Perekat Rakyat Sulteng.

Polisi Amankan Penjambret 30 TKP di Kota Palu

Penghujung 2018

47

SULTENG RAYA Di penghujung tahun 2018, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng dipimpin AKBP Amin Rovi, SH berhasil mengamankan tiga tersangka selama ini meresahkan masyarakat Kota Palu dan sekitarnya.

Tersanka melakukan pelaku perampasan terhadap barang-barang. Rata-rata hasil rampasan berupa handphone

Berdasarkan pengembangan polisi, pelaku telah berulang malancarakan aksinya di 30 tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah melalui upaya penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, petunjuk, bantuan penyelidikan melalui teknologi dan informasi yang diberikan oleh masyarakat tim Jatanras akhirnya dapat menangkap tersangka (inisial) IS alias UJ (19)  warga Jalan Miangas, Kelurahan Lolu Utara.

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono menjelaskan,  kronologis penangkapan, pada Kamis (22/11/2018) sekitar pukul 22.00 wita, Gladys (22) seorang mahasiswi melaporkan secara resmi, bahwa dirinya menjadi korban penjambretan, saat itu dia berkendara berboncengan bersama temannya di Jalan Dewi Sartika, tiba-tiba dari belakang, pelaku yang juga berboncengan langsung merampas tas milik korban.

Selanjutnya berdasarkan Laporan Polisi tersebut, Jumat (28/12/2018) petugas dari Subditjatanras Ditreskrimum Polda Sulteng berhasil menangkap tersangka IS alias UJ dan keesokan harinya dari pengakuan IS dilakukan pengembangan dengan menangkap tersangka TLP alias TRS (22) Warga Kayu Agung Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong beserta barang bukti berupa  satu unit HP merk I Phone 6 Plus warna Grey beserta dusnya.

Kemudian setelah dilakukan pengembangan, tersangka lainnya AAS alias AG (18) warga Jalan Garuda Kelurahan Lasoani, juga berhasil ditangkap dengan barang bukti berupa satu buah Hp merek Samsung J7 Pro warna Silver dan satu unit kendaaraan roda dua 2 merek Yamaha V-ixon.

Dimana salah satu HP yang dijambret AAS diketahui miliki Ella Nurlaila (23) yang peristiwa penjambretan itu terjadi pada 14 Desember 2018 lalu di depan SPBU Talise Palu.

 

Hery mengatakan, kepada penyidik IS bersama  AAG mengaku selama tahun 2018 sudah melakukan perampasan barang atau penjambretan sebanyak 27 Kali di berbagai tempat (TKP) di wilayah Kota Palu, sedangkan tersangka IS bersama TLP sebanyak 3 kali.

“Peran IS dalam setiap aksi curas yang dilakukannya adalah sebagai eksekutor atau yang mengambil/merampas barang dari korban, sementara AAS dan  TLP berperan sebagai joki atau pengendara motor,” ujar Kabid Humas.

Sementara, Amin Rovi menambahkan, saat ini penyidik masih berupaya untuk mencari dan menemukan barang bukti lain sesuai TKP, sehingga kepada masyarakat apabila pernah merasa sebagai korban sebagaimana TKP tersebut diatas agar melapor ke Polda Sulteng, sehingga memudahkan kepolisian untuk melakukan identifikasi barang yang diambil, serta memudahkan penyidikan.

Ketiga tersangka saat ini ditahan di rumah tahanan Polda Sulteng untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya dan diancam sebagaimana pasal 365 KUHP Subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Sejumlah lokasi yang pernah pelaku melancarkan aksinya, diantaranya Jalan Kerajalemba, Jalan WR. Supratman, Jalan RE. Martadinata, Jalan  Soekarno Hatta (Bundaran STQ), Jalan Yos Sudarso, Jalan Hangtuah, dan Jalan Dewi Sartika. TMG

Leave A Reply

Your email address will not be published.