Perekat Rakyat Sulteng.

Hasil Rapor Mutu Sekolah, Sulteng Lemah di Standar PTK dan Sarpras

84

SULTENG RAYA – Berdasarkan hasil raport mutu sekolah yang diisi melalui aplikasi Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) di Tahun 2018, mutu Sulteng mencapai angka 5,26, sekalipun capaian ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2017 hanya 5,07. Namun hasil PMP menunjukan, secara keseluruhan sekolah-sekolah di Sulteng masih lemah pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan Sarana Prasarana (Sarpras).

Staf Pengelolaan Data Mutu dan Supervisi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng, Diana, menuturkan, pemetaan mutu pendidikan di Sulteng dimulai sejak tahun 2016 silam dengan hanya menggunakan lima standar penilaian. Ditahun 2016 capaian Standar Pendidikan Nasional (SNP) Sulteng mencapai 4,36, angka ini meningkat ditahun 2017 menjadi 5,07, dan ditahun 2018 juga meningkat menjadi 5,26 untuk jenjang Sekolah Dasar.

“Namun, sampai saat ini ada delapan standar yang digunakan dalam PMP yaitu, standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenga kependidikan, standar pengelolaan, standar sarana dan prasarana, serta standar pembiayaan. Jadi, pengisian PMP berbasis dapodik, dengan begitu ada dua aplikasi yang digunakan, sehingga data PMP terintegrasi dengan data Dapodik sekolah,”tuturnya.

Lanjutnya, berdasarkan data hasil rekap PMP yang dilakukan LPMP Sulteng ditahun 2018, standar PTK dan Sarpras masih sangat lemah di Sulteng khususnya di tingkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ditingkat SD, Kabupaten Morowali Utara yang capaian SNP terendah dengan angka 4,99. Sedangkan, tertinggi diraih oleh Kota Palu dengan angka 5,35. Untuk jenjang SMP, Kabupaten terendah adalah Banggai Laut dengan 4,88, dan tertinggi Kota Palu dengan angka 5,33.

Dia menuturkan, saat ini belum semua sekolah SD dan SMP di Sulteng yang mengisi PMP, berdasarkan data baru 83,43 persen sekolah di Sulteng yang mengirimkan PMP nya. Olehnya, dirinya berharap agar sekolah yang belum mengisi dan mengirimkan PMP nya agar dikirimkan. Sehingga, pemetaan mutu di Sulteng bisa diketahui secara lengkap. Dengan begitu, pemerintah daerah masing-masing dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dibenahi pada sektor pendidikan daerahnya.

“Kalau Pemerintah Daerah menyusun program pengembangan pendidikan, seharusnya dasarnya adalah hasil PMP ini, agar program-program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan daerah masing-masing,”harapnya.ADK

Leave A Reply

Your email address will not be published.