Perekat Rakyat Sulteng.

Serahkan Dua Unit Sekolah Darurat ke Sigi dan Donggala

Penerbit Erlangga

399

SULTENG RAYA-Penerbit PT Erlangga, melalui program Erlangga peduli, telah menyerahkan dua unit sekolah darurat dalam bentuk tenda ke Pemerintah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang perna menimpa dua daerah ini pada tanggal 28 September 2018 silam, sekaligus sebagai bentuk dukungan ke pemerintah, khususnya pada sektor pendidikan.

Masing-masing Sekolah Darurat SDN Salove, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi yang diterima langsung oleh Kadis Pendidikan Kabupaten Sigi, Kaimun P, serta Sekolah Darurat SDN 4 Banawa yang juga diterima langsung oleh Kadis Pendidikan Kabupaten Donggala, Ibrahim Drakel.

Kedua unit sekolah ini dilengkapi sarana dan prasarana seperti Whiteboard dan kipas angin di setiap ruang kelas,  Vaping Blok, tempat sampah, dan kulkas untuk ruang guru.

Bukan hanya itu, setiap peserta didik dan guru di dua sekolah ini juga mendapatkan masing-masing satu pasang sepatu sesuai dengan ukuran kaki masing-masing, berdasarkan data dari pihak sekolah.

Direktur Utama Penerbit PT Erlangga Raja DM Hutauruk mengatakan, Erlangga tidak hanya mau datang ke daerah ini semata-mata mencari profit, melainkan menjadi bagian dari masyarakat daerah itu sendiri, sehingga ikut merasakan apa yang dialami oleh masyarakat di daerah itu. “Harus ada simbiosis mutualisme antara masyarakat dan Penerbit PT Erlangga, ini tidak hanya sampai di sini, melainkan akan terus berkelanjutan,”ungkap  Raja DM Hutauruk, usai melakukan penyerahan bantuan. Rabu (9/1/2019).

Lanjut Raja, penerbit PT Erlangga tidak hanya sekadar membantu mendirikan kedua sekolah darurat itu agar peserta didiknya bisa kembali mengenyam pendidikan aman dan nyaman, melainkan kedua sekolah itu akan menjadi sekolah binaan Penerbit PT Erlangga kedepan.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Erlangga Wilayah Sulawesi, Sapriadi Syamsuddin, menambahkan,  jika dalam waktu dekat ini, pihaknya berencana berkeinginan gabung dalam truma center untuk membantu pemulihan atau percepatan pemulihan trauma peserta didik, seperti melakukan kegiatan storytelling di sekolah dan sebagainya. “Harapan kita, anak-anak cepat pulih, sehingga mereka-mereka ini nantinya dapat bersaing dengan daerah lain, baik ditingkat nasional bahkan kalau bisa ditingkat Internasional,”harap Sapriadi, diamini oleh Kepala Cabang Penerbit Erlangga Kota Palu, Irsan.

Ia melanjutkan, jika ini bukan bantuan yang pertama untuk wilayah Sulawesi Tengah pasca musibah gempa 7,4 SR yang disusul Tsunami dan Likuifaksi yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), melainkan ini adalah tahap ke empat.

Dimana tahap pertama sehari pasca gempa kantor pusat PT Erlangga Jakarta langsung menghubungi kantor perwakilan PT Erlangga Makassar untuk mengecek kondisi karyawan Kantor PT Erlangga Palu, sekaligus datang ke Palu membawa bantuan untuk karyawan, dan masyarakat sekitar kantor Erlangga Palu.

Atas perintah tersebut, hari kedua pasca gempa, tim Erlangga Makassar menurunkan dua unit armada, satu unit operasional dan satu lagi mobil box berisi bantuan dan logistik berupa beras, air miniral, indomi, ikan kaleng, perlengkapan bayi, dan obat-obatan.

Selang beberapa hari kemudian, tim kedua pun datang dengan membawa bantuan yang lebih banyak dari sebelumnya, menyusul bantuan ketiga sehingga bantuan tersebut dapat menyentuh bukan hanya masyarakat Kota Palu, melainkan juga sudah menyentuh masyarakat Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala yang ikut terkena dampak dari gempa, tsunami, dan likuifaksi.

“Ini semua adalah sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan atas peristiwa yang menimpa masyarakat Pasigala dan sekitarnya yang menelan korban ribuan jiwa dan menyebabkan kerugian materi mencapai triliunan rupiah,”tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sigi, Kaimun P, mengungkapkan rasa terimah kasihnya kepada Penerbit PT Erlangga yang sudah membantu sekolah diwilayahnya, ini adalah kali pertama ada perusahaan penerbit yang menyalurkan bantuan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Sigi.

Terlebih langsung dalam bentuk satu unit sekolah lengkap dengan sarana dan prasarana. “Tentu ini sangat membantu, bahkan lebih dari apa yang kami harapkan,”ungkap  Kaimun P. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.