Perekat Rakyat Sulteng.

Disdikbud Berharap Soal UN Pasigala Dikhususkan

27

SULTENG RAYA – Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Yabidi, berharap agra soal Ujian Nasional daerah yang terdampak bencana yaitu Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala) dikhususkan, tidak disamakan dengan daerah lain yang tidak terdampak bencana.

Yabidi menuturkan, secara keseluruhan sekolah-sekolah yang terdampak bencana masih belum memenuhi pembelajaran sesuai kurikulum, sekolah yang ada di Pasigala sangat tertinggal dengan sekolah yang berada didaerah yang tidak terdampak bencana. Sebab, sekitar dua bulan sekolah-sekolah di Pasigala tidak menjalankan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara full. Olehnya, soal UN di Pasigala seharusnya tidak disamakan dengan daerah yang tidak terdampak bencana.

“Karena itu, saat ini kami masih menunggu kebijakan dari Kemendikbud, apakah kami dikecualikan, atau tetap sama dengan daerah lain. Hal ini sudah pernah disampaikan oleh pimpinan pada saat bapak direktur pembinaan sekolah dasar Kemedikbud berada di Kota Palu, kami juga sudah menyampaikan hal ini, tetapi belum ada kepastian atau kebijakan yang dikeluarkan secara resmi oleh Kemendikbud,”tuturnya, Rabu (9/1/2019).

Terlebih lagi, kata dia, akhir-akhir ini ada isu yang beredar bahwa UN akan dimajukan di Bulan Maret mendatang. Tetapi, secara teknis pihaknya belum mendapatkan informasi secara resmi tentang hal itu. Intinya, pihaknya siapa menerima apapun yang menjadi keputusan Kemendikbud. Sebab, untuk SD se Kota Palu belum ada juga yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Kalau SD belum ada yang UNBK di Kota Palu, masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Selain itu, pada dasarnya kami siap menerima apapun yang menjadi keputusan pusat, kami hanya bisa memotivasi pihak sekolah melalui guru-guru terutama yang menangani kelas enam, agar benar-benar fokus memberikan pembelajaran kepada siswanya, kalau toh umpamanya nantinya UN disamaratakan, kalau keputusan pusat seperti itu, kami tetap siap,”tegasnya.

Namun demikian, dirinya tetap berupaya agar ada pengecualian untuk soal UN di Kota Palu, yaitu sesuai dengan batas pelajaran yang sudah dilewati siswa. Untuk itu, pihaknya masih terus menunggu kepastian dan berupaya memperjuangkan hal tersebut.ADK

Leave A Reply

Your email address will not be published.