Perekat Rakyat Sulteng.

Negara Dinilai Gagal

Apabila Tidak Mampu Memberi Makan Rakyat

45

SULTENG RAYA – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto menilai negara gagal bila tidak mampu memberi makan kepada rakyatnya.

“Kalau kita tidak mampu memberi makan kepada rakyat kita, maka negara kita sesungguhnya gagal sebagai negara,” ucap Prabowo dalam acara temu kader, relawan dan simpatisan yang bertajuk “Prabowo Menyapa Masyarakat Sulawesi Tengah” di Hotel Santika Palu, Selasa (8/1/2019).

Calon Presiden (capres) nomor urut 02 ini, menyebut bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang sangat kaya. Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya bangsa-bangsa lain datang ke Indonesia sejak ratusan tahun lalu.

“Bangsa-bangsa Eropa datang ke kita, ratusan tahun mereka datang ke kita. Kita negara yang sangat kaya, tapi rakyat kita masih banyak yang miskin,” sebut Prabowo.

Prabowo sempat menceritakan kepada para audiens yang hadir tentang informasi yang diterimanya di Jawa Barat, Lampung dan Jawa Tengah.

“Di sana ada rakyat yang makan hanya sekali sehari, ada yang cuma dua hari sekali. Saya juga dapat laporan dari Lampung dan Jawa Tengah, ada orang tua yang gantung diri karena tak bisa memberi kehidupan untuk anak-anaknya,” kata Prabowo.

Ia menegaskan bahwa kondisi seperti itu sepatutnya tidak boleh terjadi di Negara Indonesia. Ia pun menilai, bila negara tidak mampu memberi makan rakyatnya, maka sesungguhnya negara tersebut gagal sebagai suatu negara.

“Hal ini tidak boleh terjadi di republik seperti kita, hal ini adalah perjuangan kita,” sebut dia.

“Mari kita memberi pesan yang jelas dan keras kepada elite-elite yang tidak pernah memikirkan bangsa dan rakyatnya,” sambungnya.

Prabowo dalam orasinya mengaku bahwa ia tidak berkampanye, hanya mendorong semangat para kader, relawan dan simpatisan yang hadir pada acara tersebut.

Prabowo mengatakan sejatinya ia sudah tidak ingin berpolitik lagi di usianya yang memasuki 68 tahun. Namun demikian, mantan Danjen Kopassus itu mengaku merasa terpanggil untuk membenahi, dan menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo pun kemudian berpesan kepada rakyat untuk jangan selalu terkesan dengan orang-orang kaya di Jakarta.

Prabowo meminta rakyat untuk tidak terlalu segan, justru harus bertanya dari mana sumber kekayaannya.

“Uangnya gak jelas dari mana, uangnya ngemplang dari rakyat,” ujar Prabowo.

 

BUDAYA PELINTIR

 

Pada kesempatan itu pula, Prabowo menyebutkan, dimana-mana ia menyampaikan pidato dihadapan publik, namun kerap kali pernyataan dalam pidatonya dipelintir.

“Budaya pelintir ini, sudah ramai di bangsa kita, dicari-cari, nunggu Prabowo salah bicara,” tutur Prabowo.

Ia mengemukakan bahwa usianya saat ini memasukui 68 tahun. Karenanya ia hanya takut dengan Allah SWT, Tuhan Sang Pencipta.

“Mau televisi bilang apa, mau koran-koran mainstream bilang apa, rakyat sudah mengerti,” katanya.

Apapun situasi saat ini, rakyat tidak mau lagi dibohongi para elit. Elite-elite di Jakarta yang sudah menikmati kekayaan Indonesia sekian puluh tahun, yang tidak mau berfikir kepada rakyat jelata, rakyat yang miskin, rakyat yang susah.

Pada kesempatan itu, Prabowo menyampaikan dirinya tidak mau lagi berbicara keras-keras, sebab suasana akan semakin memanas.

 

SERUAN PRABOWO

 

Prabowo menyerukan agar seluruh kader, simpatisan dan relawan di Sulawesi Tengah turut berperan aktif menyelamatkan masa depan bangsa.

“Prabowo Subianto berpandangan bahwa kita harus selamatkan masa depan bangsa Indonesia,” kata calon presiden ini.

Ia berpendapat bahwa elite-elite di Jakarta tidak bisa diharapkan lagi. Mereka tidak memikirkan kehidupan rakyat.

Jika para elit tidak lagi peduli, maka Prabowo menekankan bahwa saat ini sudah waktunya rakyat  mengerti mengenai situasi bangsa ini.

“Dan saya rasakan di mana-mana saya pergi, rakyat sudah mengerti, rakyat sudah paham, rakyat sudah sadar. Rakyat Indonesia tidak mau dibohongi lagi,” kata Prabowo Subianto.

Usai acara, Prabowo Subianto bersama Gubernur Sulteng yang juga Ketua DPD Gerindra Sulteng, Longki Djanggola berziarah ke makam ulama besar Pendiri Alkhairaat, Sayyid Alhabib Idrus Bin Salim Aljufri. Kemudian, bersilaturahmi dengan Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri.

Selanjutnya, Prabowo Subianto bersama rombongan bertolak ke Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, untuk meninjau huntara dan bertemu dengan warga korban bencana alam gempa dan likuifaksi. ANT/ROA

Leave A Reply

Your email address will not be published.