Perekat Rakyat Sulteng.

Kantor ULP Donggala Dibobol

Diduga Disengaja untuk Menghilangkan Babuk

43

SULTENG RAYA – Kantor Unit Lelang Pengadaan (ULP) Kabupaten Donggala, dibobol pencuri dua pekan yang lalu.

Diketahui, pembobolan itu diduga sengaja dilakukan untuk menghilangkan barang bukti (Babuk) yakni satu unit komputer yang diduga berisi barang bukti kecurangan lelang proyek miliaran yang kini masih ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Donggala.

Informasi yang dihimpun, terdapat tiga komputer didalam ruangan dan satu diantaranya berisi dokumen lelang yang cukup penting dan hanya satu itu yang hilang, sedangkan komputer yang lainnya tidak hilang.

Masyarakat Donggala menganggap itu sengaja dihilangkan untuk melenyapkan barang bukti sejumlah dugaan kecurangan yang ada di komputer yang hilang itu.

Ketua ULP Donggala, Suleman yang dikonfirmasi wartawan membantah adanya kesengajaan untuk menghilangkan barang bukti dibalik pembobolan kantor ULP, yang berkaitan dengan kegiatan lelang proyek dan indikasi dugaan adanya praktek kecurangan lelang di tahun 2018 lalu.

“Kami tidak punya maksud seperti itu dan kejadian itu tidak ada kaitannya dengan kegiatan lelang proyek, atau pun pemeriksaan dua orang pegawai ULP di Kejaksaan Negeri Donggala terkait dugaan tindak pidana korupsi,” katanya kepada wartawan.

Sementara, Kabag Ops Polres Donggala, AKP Andy kepada wartawan mengatakan, saat ini Polres Donggala belum melakukan penahanan dan penetapan tersangka terhadap terperiksa. “Penyidik Satreskrim masih melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap kasus itu, dan hanya mewajibkan terperiksa untuk menjalani proses wajib lapor dulu demi pertimbangan hukum,” kata Andy.

Dikatakannya, saat ini baru ada satu orang diperiksa yang diduga sebagai calon tersangka dan masih dalam proses oleh penyidik Satreskrim. “Jadi ditunggu saja hasilnya dan dalam waktu dekat penyidik akan tetapkan tersangkanya, tanpa menyebut identitas atau inisial terperiksa,” tegasnya.

Diketahui, dua pegawai ULP Donggala diperiksa Kejari Donggala terkait sejumlah masalah lelang yang curang. Namun saat berjalan proses penanganan oleh Kejaksaan, kantor ULP dibobol. Pembobolan kantor ULP Donggala ini merupakan yang kedua kalinya, kejadian sebelumnya terjadi pada tahun 2017 yang diduga pelaku saat itu tertangkap tangan oleh Wakil Bupati Donggala Vera Laruni. Saat itu pelaku bersembunyi disalah satu ruangan kantor ULP ketika tengah melancarkan aksinya. Akan tetapi, kasus itu proses hukumnya tidak dilanjutkan dan tersangka dibebaskan.TUR

Leave A Reply

Your email address will not be published.