Perekat Rakyat Sulteng.

BI Proyeksi Inflasi 2019 4,5 Persen

45

SULTENG RAYA – Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Tengah menargetkan inflasi 2019 lebih rendah dari 2018 yakni 4,5 persen. Target itu merupakan presentase paling tinggi hingga penghujung tahun.

Demikian dikatakan Kepala BI Sulteng, Miyono kepada sejumlah media di Palu belum lama ini.

Menurutnya, proyeksi inflasi 4,5 persen menjadi paling masuk akal. Mengingat, tingginya inflasi di tahun sebelumnya yakni 6,46. Dinilai, faktor utama tingginya inflasi akibat bencana di wilayah Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) pada 28 September 2018 lalu.

“Insya Allah. Kita akan berjuang yang lebih keras lagi untuk mengendalikan (inflasi). Agar nanti tetap dikisaran 4,5 persen. Tapi, tetap kami mengupayakan dikisaran 3 persen,” katanya.

Untuk mencapai terget itu, kata Miyono, perlu kerja keras perbaikan infrastruktur penunjang lintas sektor yang sensitif mempengaruhi inflasi, seperti jalur distribusi laut.

“Pelabuhan harus segera diperbaiki, supaya proses bongkar muat bisa cepat. Kedua, gudang yang hancur kemarin, supaya faktor distribusi, cadangan tetap terjaga. Irigasi yang ada di Sigi juga harus diperbaiki karena untuk bertani,” tuturnya.

Ia melanjutkan, semua pihak harus bekerja sama mengupayakan angka inflasi nromal. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulteng, kata dia, telah mempersiapkan langkah strategis menekan angka inflasi.

“Termasuk hal sensitif ini adalah beras, kita berharap bulog responsif. Pokoknya, stok harus dijaga, terutama beras, kalau kurang bisa di ambil dari daerah lain seperti Sulawesi Selatan,” tuturnya. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.