Perekat Rakyat Sulteng.

Budayakan Cek Kebenaran Berita Sebelum Menyebarnya

Jelang Pemilu Marak Hoax

35

SULTENG RAYA – Jelang pemilihan umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019 mendatang, perang informasi di media sosial (Medsos) kian marak.

Tidak hanya berita yang menyebar kebaikan pasangan atau kandidat dijagokan. Informasi bohong pun kian marak mewarnai Medsos akhir-akhir ini. Hal itu membuat masyarakat jadi resah.

Medsos yang paling rawan menyebar informasi bohonh alias hoaks, ykani Facebook, Instagram, Whatspp dan masih banyak lagi.

Disamping itu, blog juga bisa dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa hanya untuk menaikkan elektabilitas seseorang.

Melihat fenomena itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Sulawesi Tengah, Muhammad Nizam, mengimbau masyarakat agar jangan mudah mempercayai informasi-informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Terlebih, jika berita atau informasi itu mengandung muatan menjatuhkan seseorang hingga membuat keresahan. Sebaiknya, kata dia, masyarakat mengecek informasi yang masih diragukan kebenarannya tersebut. Sehingga, tidak menjadi konsumsi orang lain ketika harus ikut menginformasikan lewat Medsos.

Ia juga menyarankan, masyarakat mengkonfirmasi kepada pemerintah setempat untuk mencari kebenaran suatu berita.

“Jangan sampai, karena pemilu, interaksi sosial kita, ketenangan, bisa mengganggu ketentraman. Manfaatkan juga pemerintah untuk cek ricek informasi. Baik lurah, kepala desa, camat atau layanan aduan dari kominfo itu sendiri. Itu jalan yang paling tepat, ketika ragu (terhadap kebenaran berita)” kata Muhammad Nizam kepada Sulteng Raya, Jumat (4/1/2019).

Ia menyebut, di era kecanggihan teknologi saat ini, masyarakat harus cerdas memanfaatkannya.

Karena, banyak oknum yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat menyebar informasi bohong terhadap lawan politik. Sehingga, isu diciptakan menjadi konsumsi publik dan akhirnya bermuara pada opini multi tafsir masyarakat. Parahnya, dapat melahirkan kegaduhan dalam bermasyarakat.

“Apalagi ini tahun politik, sangat banyak berita yang dikeluarkan, sifatnya hanya untuk memecah belah persatuan, membuat orang curiga mencurigai.  Sehingga, suasana menjadi tidak bagus. Jangan dulu percaya berita yang muncul, telusuri dulu kebenarannya,” tuturnya. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.