Perekat Rakyat Sulteng.

PT BDLP Rencanakan Persiapan Produksi Tahun Ini

89

SULTENG RAYA – Memasuki awal tahun 2019 ini, PT Bina Daya Lahan Pertiwi (BDLP) sebagai satu-satunya perusahaan tambang emas yang memiliki legalitas di Kabupaten Buol, akan mengupayakan segala persiapan baik dari segi peralatan hingga tenaga ahli untuk memulai aktivitas menuju perencanaan produksi, yang sempat terhambat beberapa tahun akibat berbagai faktor yang menyebabkan pro dan kontra dari masyarakat di area lingkar tambang yang otomatis mengganggu aktivitas perusahaan.

Tenaga engginer PT BDLP, Wasis, selaku pelaksana kegiatan teknis kerja lapangan, kepada Sulteng Raya mengatakan jika planing perusahaan sepanjang tahun 2018 kemarin masih difokuskan pada eksplorasi, sambil mempersiapkan sejumlah fasilitas pendukung lainnya seperti pabrik, gudang maupun pintu masuk terowongan.

“Saat ini perusahaan yang pada tahap eksplorasi ini mempekerjakan sekitar 250 tenaga kerja, akan berusaha untuk memaksimalkan pekerjaan agar pada bulan Maret 2019 mendatang sudah bisa memulai aktivitas pengeboran pada sejumlah titik yang sudah ditentukan, “jelas Wasis, saat dikonfirmasi Kamis (03/1/2019).

Hal senada juga disampaikan oleh Kahar Kulle, sebagai salah satu perwakilan dari Managemen BDLP, yang mengatakan jika pekerjaan bisa berjalan dengan lancar, pihak perusahaan otomatis akan merekrut karyawan dan tentunya akan mengutamakan masyarakat yang ada di daerah sekitar wilayah beroperasinya perusahaan tersebut.

“Sejauh ini perusahaan tetap memprioritaskan karyawan lokal, malahan ada sebagian warga yang dikirimkan oleh perusahaan untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM, hingga lulus dan bersertifikat, “tukas Kahar Kulle.

Lebih lanjut dikatakan, perusahaan bisa beraktivitas dengan baik jika keamanan di daerah sekitar berada dalam kondisi yang aman dan kondusif, yang notabene menyebabkan banyaknya lapangan pekerjaan yang terbuka untuk masyarakat, sehingga dapat membantu serta turut mendongkrak perekonomian masyarakat yang ada di area lingkar tambang.

“Sampai hari ini pun, mulai dari karyawan lepas hingga karyawan tetap yang bekerja pada perusahaan ini, upah yang diberikan oleh perusahaan masih lebih tinggi diatas Upah Minimum Propinsi (UMP) ataupun Upah Minimum¬† Regional (UMR), “jelasnya. FAN

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.