Perekat Rakyat Sulteng.

Beras Jangan Jadi Isu Politik

76

SULTENG RAYA – Sejak ditetapkan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) tentang Pemilihan Umum  (Pemilu) serentak pada (17/4/2019), tim sukses pasangan calon berlomba memikat hati masyarakat.

Berbagai upaya Branding calon legislatif (Caleg) maupun pasangan calon (Paslon) presiden dan wakil presiden terus dilakukan untuk menaikkan elektabilitas. Termasuk menggoreng isu apa saja, asal dapat menarik simpati masyarakat dan mendongkrak suara calon yang didukung.

Isu pangan sangat strategis mendongkrak suara. Karena, berhubungan dengan kebutuhan dasar masyarakat sebagi pemilih. Namun, menggoreng isu pangan, sama halnya dengan memunculkan opini publik tidak beraturan dan menimbulkan kebingungan. Baik terhadap ketersediaan, pasokan, bahkan harga.

Sudah saatnya masyarakat disajikan informasi-informasi yang menyejukkan terkait pesta demokrasi. Sehingga, akan mempererat tali persaudaraan dan juga perdamaian seluruh mayarakat Indonesia.

Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sulteng, Bunga Elim Somba, mengatakan, menjelang pesta demokrasi, jangan ada oknum yang menggunakan isu pangan sebagai alat menaikkan elektabilitas.

“Karena sebentar lagi kita akan mengadakan pemilihan umum serentak. Jangan sampai beras menjadi isu politik, karena ini sangat berbahaya untuk masyarakat,” tuturnya saat menyampaikan sambutan pada Launching Operasi Pasar (OP) Bulog Sulteng di kompleks pergudangan bulog Jalan RE Marthadinata Kota Palu, Kamis (3/1/2019).

Saat ini, kata dia, pemerintah selalu berupaya melakukan stabilisasi harga pangan, khsusnya komoditas beras, terbukti dengan indikator inflasi yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember menunjukkan kontribusi beras dalam Indeks Kenaikan Harga (IHK) tidak ada dalam lima besar komoditas penyumbang inflasi.

Seperti diketahui, 5 komoditas penyumbang inflasi per Desember 2018 yang terbesar ada pada tarif angkutan udara dengan andil 0,32 persen, ikan ekor kuning 0,22 persen, ikan cakalang 0,10 persen, telur ayam ras 0,07 dan seng di posisi ke lima sebesar 0,06 persen. Bahkan, komoditas beras per Desember 2018, punya andil deflasi sebesar 0,5 persen.

“Pasokan terus kami jaga, bahkan data inflasi tidak menunjukkan adanya beras sebagai penyumbang angka inflasi, bahkan dia menstabilkan. Jadi jangan sampai menggunakan beras jadi isu politik,” katanya. RHT

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.