Perekat Rakyat Sulteng.

Sepanjang 2018, Polres Poso Selesaikan 437 Kasus Kejahatan

24

SULTENG RAYA – Sepanjang 2018, Polres Poso berhasil menyelesaikan 437 kasus kejahatan konvensional di Poso.

Hal itu disampaikan Kapolres Poso, AKBP Bogiek Sugiyarto didampingi Wakapolres Poso, Kompol Gede Swara dalam rilis akhir tahun 2018 di Mapolres Poso, Senin (31/12/2018).

Kapolres menyampaikan, untuk jumlah kejahatan konvensional di wilayah hukum Polres Poso selama tahun 2018 dilaporkan 772 kasus, yang berhasil terselesaikan sebanyak 437 kasus. Dibandingkan tahun 2017, kejahatan konvensional laporan yang masuk sebanyak 959 kasus, diselesaikan Polres Poso sejumlah 608 kasus.

Sedangkan kasus kejahatan terorisme di tahun 2018 nihil kejadian. Namun tahun 2017 ada dua kasus terorisme yang terjadi di wilayah hukum Polres Poso, sehingga kasus kejahatan terorisme tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 menurun dengan persentase menjadi 50 persen.

“Secara umum kamtibmas di wilayah Poso selama tahun 2018 aman dan kondusif. Hal positif ini bukan karena kerja keras dari polisi saja, namum kerja sama sinergitas antara TNI, Polri dan Pemda,” kata Kapolres Poso.

Dikatakannya, di tahun 2018, Polres Poso telah menerima laporan polisi (LP) sebanyak 773 kasus terkait gangguan kamtibmas. Dari 773 kasus tersebut yang berhasil diselesaikan sebanyak 438 kasus dengan persentase sebesar 60 persen. Sementara untuk tahun 2017, laporan gangguan kamtibmas yang diterima Polres Poso terdapat 963 kasus, yang berhasil diselesaikan sebanyak 608 kasus dengan persentase mencapai 63 persen.

“Dari perbandingan data tersebut, untuk kasus gangguan kamtibmas di Polres Poso tahun 2018 mengalami angka penurunan,” ucapnya.

Selanjutnya, untuk kasus korupsi yang ditangani Polres Poso tahun 2017 terdapat dua kasus, dan tahun 2018 satu kasus korupsi yang kini telah selesai ditangani. Sementara jumlah kasus narkoba di tahun 2018 terdapat 31 kasus, dibandingkan dengan tahun 2017 hanya terdapat 24 kasus, sehingga pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Poso naik menjadi 7 kasus.

Selain itu, untuk tindak disipilin personil polisi, di tahun 2017 Polres Poso memecat tiga anggotanya. Sementara di tahun 2018 tidak ada.

Bogiek juga menyampaikan, peran wartawan yang membantu polisi dalam mempublikasi berita sebagai bentuk trend positif kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian. “Peran stekholder dan para wartawan untuk mempublikasi hal yang positif ditayangkan media menjadi trend kepercayaan masyarakat kepada aparat kepolisian, sehingga program-program yang selama ini diterapkan terkait polisi madago raya Polres Poso bisa diketahui masyarakat,” jelas AKBP Bogiek Sugiyarto.SYM

Leave A Reply

Your email address will not be published.