Perekat Rakyat Sulteng.

Rumah Dua Jari, Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Korban Banjir Bangga

18

SULTENG RAYA – Komunitas muda peduli Rumah Dua Jari (RDJ) menggelar penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada korban banjir bandang Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Senin (31/12/2018).

Koordinator kegiatan, Rahmat Abu Yazid, menuturkan, tim RDJ telah melakukan survei di Desa Bangga pasca bencana banjir bandang. Dari hasil survei itu, ternyata masyarakat sangat membutuhkan pelayanan kesehatan, sebab sebagian besar masyarakat di wilayah itu masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, sehingga sangat rentan terkena penyakit.

“Menindaklanjuti hal itu, komunitas muda peduli Rumah Dua Jari segera bergerak membentuk tim penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan disalah satu wilayah yang dijadikan tempat pengungsian oleh warga setempat, tepatnya di Dusun II RT I, Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi yang dihuni sekitar 100 Kepala Keluarga,”jelasnya.

Dia menjelaskan, RDJ merupakan komunitas non-profit yang berdiri sejak 2013 silam, digerakkan oleh anak-anak muda Kota Palu yang mempunyai fokus terhadap isu-isu sosial dan kegiatan amal lainnya. Tentunya, kata dia, selain di Desa Bangga, RDJ sudah bergerak di wilayah-wilayah lain yang terdampak bencana.

Pada kegiatan kali ini, RDJ tidak hanya melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis, tetapi membagi-bagikan ember gratis kepada para korban banjir sebagai tempat penampungan air, mengingat air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, RDJ juga memberikan trauma healing kepada anak-anak yang ada di wilayah itu.

Salah seorang warga Desa Bangga, Udi, menuturkan, sangat senang dengan kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan tersebut. Sebab, sejak tinggal di pengungsian berbagai penyakit sangat rentan menyerang tubuh. Bagaimana tidak, kata dia, tinggal di pengungsian yang beratap terpal dan berdinding kain seadanya membuat dingin sangat mudah menyerang apalagi saat malam hari, bahkan makan menjadi tidak teratur.

“Kondisi itu membuat warga sangat mudah terserang penyakit. Sebelumnya, juga sudah ada relawan yang melakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi hanya seadanya tidak seperti yang dilakukan oleh RDJ saat ini. Pemeriksaannya lebih lengkap, ada cek asam urat, kolestrol, dan pemeriksaan tekanan darah, sehingga masyarakat sangat antusias memeriksa kesehatannya,”kata dia.

Kegiatan itu, sangat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Olehnya, Udi berharap agar kegiatan seperti itu dapat dilakukan lagi. Selain itu, Udi  juga berharap kepada pemerintah agar di wilayah itu dibangunkan tempat Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK), sebab MCK yang ada masih belum mencukupi. ADK

Leave A Reply

Your email address will not be published.