Perekat Rakyat Sulteng.

Pemkab Sigi Terima Anugerah Kencana BKKBN

34

SULTENG RAYA – Sebanyak 34 pemerintah daerah (Pemda) kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan Penghargaan Anugeran Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas komitmen menjalankan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di wiayahnya masing-masing.

Pemda Kabupaen Sigi, Sulawesi Tengah, salah satu penerima pengharagaan tersebut. Penghargaan itu diserahkan langsung Pelaksanan Tugas (Plt) Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo kepada Bupati Sigi diwakili Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (PPKB) Sigi, Sofyan Malili di salah satu hotel di Jakarta, Ahad (23/12./2018).

Pada kesempatan itu, Plt. Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, mengatakan, BKKBN tidak hanya berperan dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Namun, BKKBN juga memiliki andil melakukan langkah-langkah konkrit penyerasian kebijakan program pembangunan di segala bidang. Baik aspek kuantitas, kualitas maupun pengarahan penyebaran penduduk sesuai daya dukung alam dan daya tampung di setiap wilayah di Indonesia.

Sayangnya, pengelolaan urusan wajib dan konkuren tentang program KKBPK belum sepenuhnya menjadi program prioritas di provinsi maupun di kabupaten dan kota.

“Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan dukungan (komitmen) keberhasilan program KKBPK di daerah, maka BKKBN Pusat memberikan penghargaan kepada pemangku kepentingan (pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota) yang berprestasi dalam pengelolaan program KKBPK, berupa Anugerah Kencana Bidang Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga,” kata Sigit Priohutomo.

Ia berharap, pemberian penghargaan Anugerah Kencana tersebut dapat memotivasi pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia untuk meningkatkan peran serta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, dalam rangka pelaksanaan program KKBPK.

“Untuk diketahui, pelaksanaan penilaian oleh BKKBN sudah berlangsun sejak Agustus hingga Oktober 2018 lalu,” katanya.

 

ASPEK DILOMBAKAN

 

Ada berbagai aspek diperlombakan untuk mencari penerima Penghargaan Anugerah Kencana.  Diantaranya, Bidang Kependudukan, dilaksanakan lomba membuat karya tulis atau pidato tentang kependudukan.

Selanjutnya, Bidang KB dan Keluarga Reproduksi (KR), berupa lomba bidan praktek mandiri, lomba promosi dan konseling kesehatan reproduksi di Rumah Sakit (RS) tipe C dan lomba motivator KB pria.

Kemudian, Bidang Keluarga Sejahtera (KS) dan Pembangunan Keluarga (PK), dilombakan  kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), lomba kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK-R/M), lomba duta Generasi Berencana (GenRe).

Terkahir, Bidang Advokasi Pergerakan dan Informasi (Adpin), lomba Pemilihan Petugas Lapangan KB/Penyuh KB (PLKB/PKB) teladan, Pemilihan Institusi Masyarat Pedesaan (IMP) Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD/Sub PPKBD) teladan serta lomba KB lestari (15 tahun).

“Tentunya semua kegiatan ini harus mendapat dukungan gubernur, bupati dan wali kota. Terutama, dalam mendukung pelaksanaan program pembentukan Kampung KB,” tutur Sigit Priohutomo.

Diketahui, selain Penghargaan Anugerah Kencana 2018 diberikan kepada 34 Pemda kabupaten dan kota di Indonesia. BKKBN juga memberikan penghargaan serupa kepada lima pemerintah provinsi (Pemprov) di Indonesia, yakni Pemprov Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Pemprov Riau.*/HGA

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.