Perekat Rakyat Sulteng.

Bawaslu Polisikan Bupati Donggala

45

Diketahui, Bawaslu Sulawesi Tengah secara resmi mengajukan nota keberatan kepada Bupati Donggala, Kasman Lassa atas dugaan penganiayaan, kekerasan dan intimidasi serta pelecehan lembaga Bawaslu terhadap salah seorang jajaran anggota Panwaslu Kecamatan Banawa, Donggala, bernama Harman Abu Bakar.

Selain itu, Bawaslu Sulteng bersama Bawaslu Kabupaten Donggala telah melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada Polres Donggala dan Polda Sulteng, sebagai wujud pendampingan kepada anggota Panwas yang mendapatkan perlakuan intimidasi dalam melaksanakan tugasnya.

Selain menempuh proses pidana umum, juga akan dibawa pada ranah Pidana Pemilu oleh Gakkumdu Provinsi Sulawesi Tengah.

Ketua Bawaslu Sulteng Ruslan Husen mengatakan, kasus ini bukan kasus pribadi Harman saja, tetapi juga merupakan intimidasi terhadap penyelenggara Pemilu dalam hal ini instistusi Panwaslu dan Bawaslu.

Bahkan dikatakan Ruslan, Bawaslu telah berkoordinasi dengan Bawaslu RI dan telah berkoordinasi  dengan tenaga ahli penindakan pelanggaran  Bawaslu RI.

Tindakan selanjutnya yang akan dilakukan Bawaslu Provinsi Sulteng adalah pertama melapor ke Propam Polda Sulteng, dan membahas kasus ini di Sentra Gakumdu Sulteng.

Menurut Ruslan Husen perbuatan Bupati Kasman Lassa telah melanggar pasal 281 UU pemilu.

“Laporan dimulai tanggal 3-4 Januari hingga 12 hari kedepan, ” ujar Ruslan, saat menerima solidaritas Panwaslu se Kabupaten Donggala, Rabu (26/12/2018).

Bawaslu Sulteng menjelaskan kronologis dugaan tindakan penganiayaan terjadi pada Ahad (23/12/2018) sekira pukul 14.14 WITA di Dusun Kabuti Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Donggala. Saat itu, Kasman Lassa, hadir dalam kapasitasnya sebagai Bupati Donggala untuk meresmikan sarana air bersih di daerah tersebut.

Pada saat memberikan sambutan, Kasman Lassa menyampaikan dan memperkenalkan anaknya yang bernama Widya Castrena Lassa di depan tamu undangan sebagai calon Anggota Legislatif Kabupaten Donggala dari Partai Nasdem nomor urut 2.

Setelahnya, Lurah Kelurahan Ganti, Umar juga berinisiatif mengumumkan melalui pengeras suara bahwa putri Kasman Lassa, atas nama Widya Chastrena Lassa merupakan Caleg dari Partai Nasdem Nomor Urut 2 untuk daerah pemilihan Banawa dan Banawa Tengah. Setelah penyampaian itu, dilanjutkan dengan pembagian kartu nama caleg Nomor urut 2, Widya Chastrena Lassa.

Mengetahui yang dilakukan oleh Bupati Donggala dinilai melanggar ketentuan Undang-undang, anggota Panwaslu Kecamatan Banawa, Harman Abu Bakar Acap, yang turut hadir dalam acara itu, merekam melalui handphone miliknya.

Namun, aksi perekaman dan dokumentasi via video dan foto oleh Harman Abu Bakar, diketahui dua ajudan Bupati Donggala, berinisial A dan R, yang juga merupakan anggota Polri di Polres Kabupaten Donggala.

Keduanya pun langsung mendatangi dan menginterogasi Harman Abu Bakar Acap. Sang ajudan menanyakan kepentingan kehadirannya dalam peresmian fasilitas Air Bersih di Dusun Kabuti. Harman pun menjelaskan, kehadirannya terkait tugas pengawasan yang wilayah kerjanya meliputi Kecamatan Banawa, termasuk Kelurahan Ganti.

Keduanya ajudan pun meminta handphone milik Anggota Panwaslu Kecamatan Donggala tersebut. Namun dengan sigap, Harman Abu Bakar Acap menolak hal tersebut.

Menerima penolakan, ajudan Bupati Donggala kemudian melakukan upaya pemaksaan, dengan merampas paksa handphone hingga mengakibatkan celana milik anggota pengawas pemilu tersebut, sobek di bagian saku sebelah kiri.

Mengetahui ada keributan, Bupati Donggala yang tadinya sudah berada di kendaraan hendak kembali ke Ibu Kota Donggala, lantas turun dari kendaraannya dan kemudian ikut menginterogasi, yang disertai tindakan menarik kerah baju anggota pengawas pemilu tersebut.

Selanjutnya bersama ajudannya merebut handphone hingga membuat Harman Abu Bakar terjatuh. Harman pun merasakan ada pukulan diarah kepala, dan tendangan diarah perut. Namun tidak diketahui siapa yang melakukan tindak kekerasan itu, dikarenakan warga Dusun Kabuti sudah berkerumun disekitarnya.

Atas peristiwa tersebut, Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah bersama Bawaslu Kabupaten Donggala telah melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut kepada Polres Donggala dan Polda Sulteng, sebagai wujud pendampingan kepada anggota Panwas yang mendapatkan perlakuan intimidasi dalam melaksanakan tugasnya.

Sementara dalam nota keberatan bernomor 063/K-ST/NK-0800/VII/2018, yang ditujukan kepada Bupati Donggala Kasman Lassa, Bawaslu Sulteng mengecam segala bentuk tindakan penganiayaan, kekerasan dan segala hal yang bersifat intimidatif kepada Pengawas Pemilu.

Bawaslu Sulteng mendesak seluruh jajaran Pemerintah Daerah, baik Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, para Bupati/Walikota, dan seluruh unsur Forkompimda agar mengambil langkah nyata guna memberikan jaminan keamanan, suasana kondusif, serta perlindungan hukum kepada seluruh Pengawas Pemilu pada khususnya dan Penyelenggara Pemilu pada umumnya.

Mendesak Kapolda Sulawesi Tengah dan jajarannya, serta Tim Sentra Gakkumdu Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera mengusut dan menindak pelaku sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Kepada seluruh stakeholders Pemilu untuk bersama-sama memastikan keamanan, kedamaian, serta stabilitas penyelenggaraan Pemilu tahun 2019,” poin terakhir dalam nota keberatan Bawaslu Sulteng tertanggal 26 Desember 2018, ditanda tangani langsung Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Tengah, Ruslan Husen. WAN

Leave A Reply

Your email address will not be published.