Perekat Rakyat Sulteng.

Jokowi Resmikan Lima Bandara di Luwuk

Bandara Luwuk Disebut Bandara Tercantik

48

SULTENG RAYA – Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi meresmikan satu bandara baru dan pengembangan empat terminal bandara yang seluruhnya dibangun di Pulau Sulawesi.

Peresmian yang ditandai penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti tersebut, dipusatkan di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, Kabupaten Banggai, Ahad (23/12/2018). Sekaligus mengakhiri rangkaian kunjungan kerja Presiden di Sulawesi.

Bandara baru yang diresmikan yakni Bandara Morowali di Kabupaten Morowali, Sulteng. Sementara empat terminal bandara baru, yakni Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, Sulteng, Bandara Aroeppala di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Bandara Lagaligo di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Serta Bandara Betoambari di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.

Presiden Jokowi mengatakan, pembangunan infrastruktur, khususnya pengembangan bandara merupakan tujuan pemerintah dalam mempermudah akses transportasi di daerah.

“Kita berharap pembangunan infrastruktur bandara bisa mempermuda setiap orang untuk berkunjung ke daerah manapun, serta mepercepat pengiriman barang,” kata Presiden Jokowi, didampingi lima bupati dan lima gubernur dari masing-masing lokasi Bandara yang telah diresmikan.

Bagi masyarakat di Sulawesi sendiri, bertambahnya pilihan transportasi ini diharapkan dapat menghubungkan mereka dengan saudara-saudaranya di seluruh Indonesia.

“Semoga dengan adanya bandara dan terminal baru, dapat menopang perekonomian masyarakat serta dapat menghubungkan akses masyarakat dari Kota Luwuk ke kota lainnya,” sambungnya.

Presiden Jokowi menambahkan dengan akses bandara yang semakin mudah, akan mempererat sesama dan kerukunan sesama bangsa akan lebih erat lagi.

“Dengan terhubungan satu daerah dengan daerah lain dengan mudah dan cepat saya yakin persatuan, kerukunan diantara kita sesama bangsa yang besar akan lebih erat lagi,” ujarnya.

Presiden Jokowi tiba di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk sekira pukul 16.16 Wita menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU. Turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Presiden, Moeldoko.

Hadir pula Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, dan Bupati Banggai Herwin Yatim dan sejumlah bupati.

Kedatangan Presiden Jokowi bersama rombongan disambut tarian Molabot dan pengalungan selendang Tenun Nambo oleh Bupati Banggai Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo.

Kedatangan Presiden di Luwuk juga tidak menganggu jadwal penerbangan di Bandara di Bandara Syukuran Aminuddin Amir.

Setelah peresmian, Presiden Jokowi meninjau sejumlah fasilitas di terminal baru Bandara Syukuran Aminuddin Amir, dari ruang tunggu, mushala, gerai makanan hingga mengunjungi stan pameran kerajinan lokal binaan Pemkab Banggai.

Ia juga sempat menyapa warga yang diundang ke acara peresmian. Warga mendekati Presiden. Mereka menyapa, bersalaman, dan meminta foto bersama Presiden.

Selanjutnya, Sekitar pukul 17.40 Wita, Presiden Jokowi bersama rombongan melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta menuju ke Pandeglang Banten.

Sebagai informasi, Bandara Morowali yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi, dibangun di atas lahan seluas 158 hektare dan pembangunannya baru selesai tahun ini.

Bandara yang terletak di Desa Umbele, Kecamatan Bumiraya, Kabupaten Morowali tersebut, dilengkapi dengan landasan pacu sepanjang 1.500 meter serta fasilitas terminal penumpang seluas 1.000 meter persegi. Bandara ini berada di.

Dengan adanya Bandara Morowali, diharapkan semakin menambah konektivitas Kabupaten Morowali menuju kota-kota besar seperti Kendari, Kota Palu, dan Makassar. Sebelum adanya bandara ini, masyarakat setempat mesti menempuh jalur darat dan laut untuk menuju kota lainnya.

 

BANDARA LUWUK TERCANTIK

 

Presiden Jokowi memuji keindahan pemandangan di Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir, Luwuk, Kabupaten Banggai,

“Ini adalah bandara yang paling cantik, paling indah,” kata Presiden usai meresmikan terminal baru bandara.

Bandara Aminuddin diapit laut dan perbukitan. Alhasil, dari jendela pesawat, para penumpang pesawat akan dimanjakan pemandangan yang indah.

Jokowi melanjutkan, posisi strategis bandara itu sangat cocok dengan Kabupaten Banggai yang saat ini sedang mengembangkan daerah pariwisatanya.

“Ada bandara yang memang bisa mempercepat mobilitas logistik, barang dan orang. Tetapi juga ada bandara yang kami buka untuk pariwisata seperti di sini,” ujar Jokowi.

“Jadi, pembangunan infrastruktur itu memang bermacam-macam. Karena itu kenapa infrastruktur kami bangun,” lanjut dia.

Bandara tersebut, berdasarkan informasi Bupati Banggai Herwin Yatim, juga akan mempermudah pengiriman komoditas unggulan Banggai, yakni ikan.

“Agar ikan-ikan itu cepat sampai ke tujuan,” ujar Jokowi.

Bandara Syukuran Aminuddin Amir adalah bandar udara yang terletak di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai.

Bandara ini terletak di sebelah selatan dari pusat kota dan berdiri kokoh menghadap ke arah laut.

Bandara ini sejajar dengan garis pantai Selat Peling dan persis berada di atas bukit Alas dengan ketinggian 17 meter dari permukaan air laut.

Bandara ini berada di koordinat 122” 46’ 13” bujur timur dan 1” 02’ 16” lintang selatan dengan arah landasan pacu 04-22 yang berarti berada di 40” bujur timur dan 220” lintang selatan.

Bandara Luwuk sebenarnya berdiri sejak tahun 1972, pada masa awal, bandara ini memiliki landasan 850 m x 30 m dan apron 50 m x 40 m serta fasilitas komunikasi yang tergolong sederhana.

Pada tahun 2008, nama bandara ini berganti menjadi Bandara Syukuran Aminuddin Amir yang dipetik dari nama Raja Banggai yang terakhir.

Sejak itu secara bertahap bandara mulai dikembangkan, kapasitas landasan pacu juga ditambah menjadi 2.250 m x 45 m, apron 315 m x 85 m, taxiway 60 m x 18 m sehingga mampu didarati pesawat sejenis Boeing 737.

Sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di bandara ini di antaranya Express Air tujuan Manado dan Palu, Sriwijaya Air tujuan Makassar, Jakarta, dan Surabaya.

Selanjutnya Wings Air tujuan Manado, Palu, dan Makassar, Garuda Indonesia tujuan Makassar, Jakarta, dan Surabaya, serta Lion Air tujuan Makassar.

Luas terminal penumpang sebelumnya yang berukuran 1.212 m² hanya mampu menampung penumpang 100 orang pada saat jam sibuk. Saat ini luas terminal menjadi 5000m² dengan kapasitas penumpang mencapai 350 penumpang saat jam sibuk. ROA/KPC/ANT

Leave A Reply

Your email address will not be published.