Perekat Rakyat Sulteng.

Polres Sigi Tingkatkan Pengamanan Jelang Nataru

57

SULTENG RAYA – Polres Sigi meningkatKan pengamanan menjelang perayaan Natal 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 1 Januari 2019. Hal ini ditandai dengan digelarnya apel gelar pasukan operasi (Ops) Lilin Tinombala 2018 di Halaman Mako Polres Sigi, Jumat (21/12/2019).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri dan dihadiri anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sigi, TNI dan jajaran Polres Sigi.

Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri menyatakan apel gelar pasukan yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran ini, merupakan momentum penting untuk meninjau kesiapsiagaan personel, melakukan pengecekan sarana dan prasarana pengamanan, serta guna memperkuat soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan dalam pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menurutnya, situasi menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun merupakan momen yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga, karena diiringi pula dengan penetapan libur nasional. Realitas ini memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan bermasyarakat, seperti terjadinya peningkatan intensitas kegiatan masyarakat, mobilitas moda transportasi, serta peningkatan permintaan terhadap kebutuhan pokok khususnya bahan pangan.

“Kondisi ini memunculkan potensi kerawanan yang harus menjadi perhatian kita bersama. Olehnya, seluruh pemangku kepentingan perlu melakukan konsolidasi bersama sembari mengecek kesiapan pengamanan, serta menyamakan persepsi, agar pengamanan dapat berjalan dengan lancar,” ungkap Kapolres Wawan saat membacakan amanat dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Ia juga menyatakan, soliditas dan sinergisitas yang baik diantara para pemangku kepentingan, menjadi salah satu kunci utama yang harus senantiasa dipelihara dan ditingkatkan.

“Polri bersama segenap jajaran TNI dan stakeholders terkait lainnya, menggelar operasi kepolisian  terpusat dengan sandi “Lilin 2018”, yang melibatkan 167.783 personel pengamanan. Operasi kepolisian terpusat ini dilaksanakan selama 10 hari sejak tanggal 23 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019,” jelasnya.

Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan, diantaranya kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, potensi aksi terorisme, sweeping Ormas dan aksi intoleransi, kecelakaan moda transportasi baik darat, laut, maupun udara, ketersediaan dan stabilitas harga pangan, serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polri, jajaran TNI, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya, yang selama

ini telah bekerja dengan sungguh-sungguh dalam memelihara stabilitas Kamtibmas yang kondusif.

“Saya berharap, kerjasama  dan sinergisitas yang sudah terjalin dengan baik ini, dapat

dipertahankan dan terus ditingkatkan,”tuturnya.FRY

Leave A Reply

Your email address will not be published.