Perekat Rakyat Sulteng.

Satpol PP Morut Tertibkan APK

31

SULTENG RAYA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Morowali Utara (Morut), menertibkan alat peraga kampanye (APK) berupa puluhan baliho milik calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi/Kabupaten dan DPR/DPD RI di wilayah setempat.

Penertiban ini dilakukan sebagai langkah penindakan terhadap kampanye yang melanggar aturan.

Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Morowali Utara, Moh. Syukur Laraga mengatakan, alat peraga kampanye yang pemasangannya di luar zonasi yang telah ditetapkan oleh Bawaslu Morut bersama Pemerintah Kabupaten dan KPU Morowali Utara, ditertibkan dengan cara dicopot.

“Sebanyak puluhan lembar baliho, spanduk dan pamflet calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Morowali Utara periode 2019-2024 telah kami turunkan paksa atau dicabut di wilayah ibukota Kabupaten Kecamatan Petasia,” ujarnya, Kamis (20/12/2018).

Baliho, spanduk serta pamflet yang dicabut tersebut telah diamankan di kantor Satpol PP, karena melanggar ketentuan yang telah ditetapkan atau melanggar Perbawaslu Nomor 28 tahun 2018.

 

“Sebagian besar yang kami amankan tersebut merupakan caleg DPRD Kabupaten Morowali Utara, kemudian caleg DPRD Provinsi dan DPR RI. Selain itu kami juga mengamankan baliho, spanduk dan pamflet calon anggota legislatif untuk ucapan selamat natal dan tahun baru yang tidak sesuai ketentuan seperti penggunaan atribut partai politik, hal tersebut dilarang,” tegasnya.

Dikatakannya, Satpol PP juga mencopot bahan kampanye yang tidak mendapatkan persetujuan dari warga pemilik pekarangan. Jadi bahan kampanye yang di luar pagar otomatis dicopot. Penertiban alat peraga kampanye ini berdasarkan surat edaran Bawaslu nomor 06/ST.07.01/K.PM/XII/2018 perihal pengawasan tahapan pemilu.

“Penyebaran bahan kampanye dan pemasangan APK berlogo KPU yang dilarang, serta memperhatikan zona yang sudah ditetapkan oleh KPU Morowali Utara dan ijin tertulis dari warga pada saat pemasangan APK pada pekarangan rumah warga masing-masing,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, unuk pemasangan baliho/spanduk yang melibatkan peserta pemilu untuk ucapan selamat natal dan tahun baru baru 2019, hanya diperbolehkan memuat foto dan nama tanpa menggunakan atribut partai, nomor urut, logo partai dan kalimat yang mengandung unsur politik dengan memperhatikan pemasangan, nilai estetika dan lalu lintas.VAN

Leave A Reply

Your email address will not be published.