Perekat Rakyat Sulteng.

PT Putra Jaya Wajib Penuhi Hak Warga Korowou

35

SULTENG RAYA – PT Putra Jaya yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri (pabrik aspal) di Desa Korowou, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali Utara dituntut oleh masyarakat Desa Korowou untuk memenuhi kewajibannya terhadap masyarakat setempat.

 

 Perusahaan yang telah beroperasi selama dua tahun itu dituntut karena tidak pernah memenuhi kewajibannya dalam hal dana CSR, pengaspalan jalan serta ganti rugi terhadap kerusakan lahan dari dampak aktivitas perusahaan.

 

 Salah seorang tokoh pemuda Desa Korowou, Cendra Cris Sambelay mengatakan, masyarakat meminta kepada pihak perusahaan agar memperhatikan kehidupan sosial masyarakat Desa Korowou, agar masyarakat juga merasakan dampak positif dari investasi PT Putra Jaya. “Kami meminta itikad baik dari perusahaan terhadap masyarakat dalam pembangunan jalan di Desa Korowou agar investasi didalam desa tersebut berjalan dengan baik,” katanya.

 

 Apalagi kata Cendra, ada harapan masyarakat kepada PT Putra Jaya dalam menghadapi Natal, sehingga perusahaan agar bisa lebih dekat dengan masyarakat melalui momen damai Natal. “Besar harapan kami agar pemimpin perusahaan bisa lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, agar tidak ada lagi kesalahpahaman terkait aktifitas galian C dan pabrik aspal di Desa Korowou,” harapnya.

 

 Sementara, Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (ASTAKIRA) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Julfikar Bualo juga menyoroti pihak PT Putra Jaya dari sisi izin lintas nasional yang belum ada dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIV, minimal mendapat izin dari seluruh masyarakat Korowou, sebab jalan yang digunakan diwaktu ibadah serta menyambut natal dan tahun baru. “Analisis dampak lingkungan (Amdal) lalu lintas tidak dimiliki perusahaan, CSR atau tanggung jawab sosial lingkungan setiap perusahaan wajib dipenuhi. Jika tidak, perusahaan akan diberikan sanksi adminstratif sampai pencabutan izin usaha sesuai aturan pasal 74 ayat 3 Undang-Undang Perseroan Terbatas TAHUN 2007,” tegas pria yang akrab disapa Roy itu.

 

 Roy menambahkan, perusahaan juga wajib memberdayakan karyawan lokal, karyawan harus diberikan hak-hak, diantaranya upah yang layak, kesejahteraan buruh dengan diberikan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta wajib mematuhi seluruh aturan Menteri dan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.

 

 Disamping itu kata Roy, dalam rangka menyambut Natal dan tahun baru 2019, perusahaan harus membangun hubungan yang baik, diantaranya memberikan THR karyawan dan CSR ke masyarakat Korowou sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan. “Jika semua aturan itu dipenuhi perusahaan, maka masyarakat tidak perlu ragu dan ribut karena hak-hak rakyat Korowou akan terpenuhi sesuai kewajiban dan komitmen yang dibangun bersama untuk kesejahteraan rakyat Korowou,” tegasnya.

 

Mewakili manajemen PT Putra Jaya, Tesar mengaku bahwa, perusahaan siap melakukan perbaikan jalan di Desa Korowou sesuai kesepakatan pihak perusahaan dengan masyarakat Desa Korowou. “Kami akan memperbaiki jalan yang rusak secepatnya, kemudian untuk aktivitas perusahaan akan menggunakan jalan hauling dan tidak melewati jalan Desa,” jelas Tesar.

 

Tesar juga mengakui bahwa selama dua tahun PT Putra Jaya melakukan aktivitas di Desa Korowou, kewajiban memberikan dana CSR kepada masyarakat belum pernah dipenuhi. “Untuk dana CSR, selama ini masih sementara diurus, nanti kita koordinasikan ke pusat,” ucapnya.BMG

Leave A Reply

Your email address will not be published.