Perekat Rakyat Sulteng.

Puncak Harnus 2018 Di Luwuk, Jalesveva Jayamahe!

34

SULTENG RAYA – Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan laut yang cukup besar. Sebagai negara maritim, laut menjadi sumber kesejahteraan seluruh masyarakat seluruh Indonesia. Jalesveva Jayamahe, di Laut Kita Jaya!

“Kita perlu optimis bahwa pembangunan kelautan akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bangsa dan negara,” kata Mendagri  Tjahjo Kumolo, saat membacakan amanatnya pada puncak peringatan Hari Nusantara 2018 di Pelabuhan Tangkiang, Kabupaten Banggai, Kamis (13/11/2018).

Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Mendagri Tjahjo mengatakan peringatan Hari Nusantara 2018 jadi momentum dalam mempertebal  semangat kebangsaan, persatuan dan kebersamaan ditengah kebinekaan untuk tetap melaksanakan pembangunan nusantara, meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan wilayah laut dan wilayah perbatasan, mempertahankan kedaulatan negara dalam wadah NKRI serta mendorong masyarakat Indonesia untuk memahami arti penting wawasan kebangsaan nusantara.

Dukungan pemerintah dan pemerintah daerah dalam pembangunan sangat berperan penting sebagai pembuat kebijakan dan penggerak roda pembangunan terutama bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.

“Kawasan pesisir, laut dan pulau-pulau harus kita jaga, kita kembangkan dan kita kelola degan baik sehingga mampu tampil sebagai pusat kemajuan perekonomian suatu bangsa yang semakin memperkuat kedaulatan NKRI,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengelolaan potensi sumber daya kelautan masih perlu ditingkatkan terus menerus, seperti meningkatkan sektor kelautan terhadap pendapatan negara.

Hal itu bertujuan agar kehidupan nelayan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil semakin sejahtera. Meski demikian, pencemaran laut sebagai salah satu pencemaran lingkungan masih menjadi tantangan.

 

SAATNYA JAYA DI LAUT

 

Dengan tema Hari Nusantara 2018, yakni “Perwujudan Kesatuan Nusantara yang Utuh melalui Deklarasi Juanda menuju Poros Maritim Dunia”, tidak terlepas dari perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pertama kali tercetus melalui “Deklarasi Juanda” pada tanggal 13 Desember 1957. Konsep deklarasi ini mendasari perjuangan Bangsa Indonesia untuk menjadi rezim negara kepulauan.

“Kini saatnya bagi kita mengembalikan semuanya, sehingga semboyan Jalesveva Jayamahe, di laut kita jaya sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali. Untuk itu salah satu cara agar membuat laut kembali jaya adalah dengan mengatasi polusi dan pencemaran yang mengancam dan merusak kualitas sumber daya laut Indonesia,” tegas Mendagri Tjahjo.

“Atas dasar inilah Negara Indonesia memandang laut sebagai jati diri bangsa serta laut sekaligus merupakan pemersatu dan perekat bangsa,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Gubernur Sulteng Longki Djanggola merasa bangga dan terharu atas didaulatnya Kabupaten Banggai sebagai lokasi peringatan Hari Nusantara tahun 2018.

“Atas nama pemerintah saya terharu dan mengaku bangga didaulatnya Kabupaten Banggai menjadi tuan rumah Hari Nusantara 2018,” kata Gubernur Longki.

Ia meyampaikan terima kasih kepada para undangan yang telah bersedia datang di kota Luwuk untuk menghadiri peringatan Hari Nusantara 2018.

“Semoga kehadiran bapak ibu dapan memberi suntikan kepada kami dengan muatan-muatan kebinekaan yang kental manfaatkan dalam meningkatkan rasa persatuan kita sebagai bangsa yang berwawasan bahari,” kata Gubernur Longki.

Ia menjelaskan, Sulawesi Tengah adalah salah satu provinsi yang memiliki potensi kekayaan di sektor laut.

“Namun dibalik sejumlah potensi kekayaan dan memukau disektor laut kita diingatkan untuk selalu bersiaga dan tetap waspada akan bahaya keganasan laut yang sewaktu-waktu bisa menjadi malapetaka bagi siapa saja manusia yang lalai dan tidak berkawan dengan laut, contoh seperti yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala,” ujarnya.

Ia menambahkan, peristiwa 28 September 2018 yang menimpa Palu, Sigi dan Donggala menjadi pembelajaran bagaimana menata hubungan dengan alam terutama laut sebagai potensi maritim yang harus dikelola secara arif, harmonis dan berkesnambungan.

“Rangkul dan jadikan laut sebagai kawanmu, bukan musuhmu. Laut bukan pemisah tapi justru pemersatu pengikat masa depan anak cucu kita. Salam sulteng kuat, Sulteng Bagkit,” cetusnya.

Bupati Banggai Herwin Yatim dalam laporannya mengatakan peringatan Hari Nusantara merupakan salah satu program nyata nawacita Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yaitu membangun Indonesia dari pinggiran serta rogram tol laut baik saat ini maupun tahun akan datang. Sehingga pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia.

Peringatan Hari Nusantara dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo kepada pemangku kepentingan yang berjasa dan berprestasi dalam bidang kemaritiman. Selain itu penyerahan penghargaan Satya Lencana Wira Darma, Satya Lencana Wira Nusa, penyerahan piagam penghargaan Kemendagri kepada Forkopimda Kabupaten Banggai, pembagian kartu petani dan kartu nelayan sejahtera, penyerahan simbolis rehabilitasi kantor desa di Provinsi Sulteng dan penyerahan simbolis bibit kemiri.

Acara puncak Hari Nusantara juga diisi dengan penampilan tarian kolosan molabot yang diikuti 750 pelajar Kabupaten Banggai, serta atraksi terjun payung dan kapal laut dari TNI AL. BR/ROA

Leave A Reply

Your email address will not be published.