Perekat Rakyat Sulteng.

Rangkul Laut, Jadikan Kawan

40

Provinsi Sulawesi Tengah yang diapit dua alur laut kepulauan Indonesia memainkan peran maritim tol laut yang sangat strategis untuk tujuan perdagangan pelayaran pariwisata perikanan energi riset penelitian dan lain sebagainya.

Pada puncak peringatan Hari Nusantara 2018 di Pelabuhan Tangkiang Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai, Kamis (13/12/2018), Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengajak kepada seluruh masyarakat untuk merangkul dan menjadikan laut sebagai kawan, bukan musuh. Sehingga laut bisa menjadi pemersatu dan pengikat masa depan anak cucu.

“Sulawesi Tengah dan bagi bangsa dan Negara kita Indonesia. Jalesveva Jayamahe, dilaut kita jaya di laut kita digdaya. Sulteng kuat, Sulteng bangkit,” katanya.

Apalagi setelah Deklarasi Djuanda 12 Desember 1957, Sulteng dapat menikmati langsung manfaat multipiernya sebagai Provinsi yang diapit dua alur laut kepulauan Indonesia.

Namun, Gubernur Longki mengingatkan kembali bahwa dibalik kekayaan dan keindahan laut, diingatkan untuk terus siaga dan waspada akan bahaya keganasan laut yang sewaktu-waktu bisa mengamuk.

“Peristiwa 28 September 2018 menjadi pelajaran bagi kita semua bagaimana menata kelola hubungan kita dengan alam, terutama laut sebagai potensi maritim,” ucapnya.

Sementara, Bupati Banggai Ir Herwin Yatim mengatakan dipilihnya Pelabuhan Tangkiang sebagai lokasi Peringatan Hari Nusantara karena merupakan salah satu poros maritim nusantara yang telah dikembangkan, dan menjadi jalur logistik nasional yang dapat menggerakkan roda ekonomi Indonesia bagian Timur.

“Harnus merupakan moment untuk mempertegas bahwa Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar di dunia dengan pulau-pulau yang indah, memiliki keberagaman budaya, adat istiadat serta potensi ekonomi,” jelasnya.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola MSi mendapat tanda penghargaan Dharma Pertahanan sesuai Keputusan Menteri Pertahanan Nomor : KEP /1454 /M /XII /2018 tanggal 3 Desember 2018.

Selain Gubernur Longki, sejumlah pejabat tinggi lainnya juga mendapat penghargaan serupa yakni dari unsur TNI angkatan darat diantaranya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Tiopan Aritonang, Pangdam XIII Merdeka, Kol Inf Agus Sasmita, Komandan Korem 132/Tadulako, Kodam XIII Merdeka.

Selanjutnya dari TNI angkatan laut diantaranya Laksamana Pertama TNI Dwi Sulaksono, Komandan Lantamal VI Makasar, Koarmada II. Sedangkan untuk TNI angkatan laut yakni  Kol Pnb Irwan Pramuda, Komandan Wing 5 Lanud Hasanudin.

Sementara itu, penghargaan jajaran Polri diantaranya Kapolda Sulteng Brigjen Pol  Ermi Widyatno dan Wakapolda Sulteng Kombes Pol  Setyo Boedi Moempoeni Harso.

Terakhir, untuk kepala daerah, Bupati Banggai, Ir Herwin Yatim menerima tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya dari Presdien RI, Joko Widodo. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Mendagri Tjahjo Kumolo mewakili Presiden Joko Widodo.

Selain Bupati Herwin Yatim, Satya Lencana Wira Karya diberikan kepada  Bupati Pangkajene Kepulauan, Bupati Lembata, dan Bupati Wakatobi.

Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya Pemerintahan Bidang Kemaritiman diberikan atas prestasi dan jasa dalam membangun bidang kemaritiman.

Selain itu, Bupati Herwin Yatim juga mendapat Penghargaan Satya Lencana Wira Darma dari Kementerian Pertahanan RI.

Bupati Herwin Yatim juga piagam penghargaan dari Kemendagri atas perhatian dan apresiasi seuksesnya penyelenggaraan Hari Nusantara 2018. Piagam ini juga diberikan kepada Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, Ketua DPRD Banggai, Samsulbahri Mang, Dandim 1308 Luwuk Banggai, Lekol Inf Nurman Syahreda, Kapolres Bangggai, AKBP Moh. Soleh, Kepala Kejaksaan Negeri Banggai, Ramdhanu Dwiyantoro, dan  Danposal Luwuk.

Puncak Peringatan Hari Nusantara 2018 bertambah seru dengan penampilan demo atraksi Helly Water Jump, Free Fall, tari Kolosal dan aksi terjun payung yang diterjunkan dari Helli Bell oleh 7 prajurit Kopaska dari Koarmada II Surabaya dan dari pesawat Cassa Pasukan Kopaska Koarmada II,  pasukan Intai Amfibi Marinir Surabaya dan pasukan Denjaka (Detasemen Jalamangkara) Jakarta.

Atraksi terjun payung juga dimeriahkan dua srikandi TNI AL Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) yaitu Serda TTU/W Yazella Agustin dan Serda TTU/W Laila Noor, yang bergabung dengan pasukan khusus TNI Angkatan laut.

Dari total 17 penerjun, 10 penerjun melaksanakan terjun payung dengan membawa banner mendarat di depan tenda undangan, tiga personel melaksanakan terjun accuracy diatas ponton dan dua personel mendarat di jet sky.

Usai demo aksi terjun dilanjut dengan sailing pass yang melibatkan kapal perang TNI AL yaitu KRI Untung Suropati-372,  KRI Ajak-653 dan KRI Madidihang-855, serta kapal dari pemerintah yaitu kapal Bakamla dan kapal RB 204 Basarnas dan 500 kapal nelayan. RAF/ROA

Leave A Reply

Your email address will not be published.