Perekat Rakyat Sulteng.

Lagi, Sigi Diterjang Banjir Bandang

Rumah Terendam Banjir, Sekolah dan Pasar Rusak Berat

79

SULTENG RAYA – Banjir bandang menerjang Dusun 3, Desa Salua Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Selasa (11/12/2018) malam sekira pukul 20.00 Wita, menyusul hujan deras mengguyur wilayah tersebut beberapa hari terakhir ini.

Sekira 40 unit rumah warga di Dusun III Desa Salua terendam lumpur sehingga demi keamanan dan kenyaman serta keselamatan jiwa mereka semuanya sudah direlokasi ke tempat yang lebih aman di sekitar desa itu.

Sebuah pasar tradisional dan satu unit SD di Desa Salua, juga rusak berat diterjang banjir bandang yang terjadi saat warga bersiap-siap istirahat setelah seharian bergelut pekerjaan bercocok tanam berbagai komoditas pertanian dan perkebunan.

“Tim relawan BPBD Sigi dan juga BPBD Parigi Moutong beberapa saat setelah bencana itu terjadi langsung menuju lokasi membantu mengevakuasi warga ke tempat yang aman,” kata Kepala Bagian Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Gayus Sampe Rabu (12/12/2018).

BPBD kemudian membuka dapur umum untuk kebutuhan masyarakat dan juga para relawan yang ada di lokasi.

Data sementara jumlah kepala keluarga (KK) yang direlokasi karena rumah mereka diterjang banjir bandang sekitar 40 KK.

Selain menerjunkan tim reaksi cepat dari BPBD Sigi, Pemkab Sigi juga menyalurkan bantuan bahan makanan bagi korban bencana banjir yang terjadi menjelang akhir tahun ini.

Gayus mengatakan tidak ada korban jiwa maupun cedera akibat bencana banjir bandang tersebut.

Di Kabupaten Sigi, kata dia, hampir semua wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor sehingga perlu mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah.

JALUR PALU-KULAWI SEMPAT PUTUS

 

Banjir bandang juga sempat memutuskan prasarana jalan di Desa Salua, Kecamatan Kulawi. Akibatnya, arus kendaraan dari arah Kulawi menuju Kota Palu dan sebaliknya dari Palu menuju Kulawi, Kulawi Selatan, Pipikoro dan Lindu tidak bisa melanjutkan perjalanan karena badan jalan tertutup material lumpur dan batu-batuan serta potongan-potongan kayu.

Namun, Rabu pagi (12/12/2018), akses jalan poros Palu-Kulawi di Desa Salua telah dapat dilintasi kendaraan bermotor, setelah Pemerintah Kabupten Sigi mengerhakan sejumlah alat berat untuk membersihkan material yang menutupi jalan.

“Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan, karena materil gunung telah disingkirkan menggunakan alat berat,” tutur Kapolsek Kulawi, Iptu Abdul Aziz kepada Sulteng Raya,  Rabu (12/12/2018).

Sementara Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Iptu Ferry Triyanto mengaku Polres Sigi juga telah mengirim satu pleton anggota untuk membantu mengevakuasi barang-barang milik warga. Diketahui, kini warga setempat telah mengungsi ke tempat yang lebih aman di wilayah Salua.

Sementara, Sumijar (48), penjaga pintu air Desa Salua sekaligus aparat desa setempat mengaku mendengar suara gemuruh sekira pukul 19.30 Wita. Ia pun kemudian mengecek pintu air dan melihat air sungai telah meluap ke pemukiman.

“Waktu saya dengar suara gemuruh, saya langsung ke atas untuk cek pintu air. Ternyata saya justru terjebak air yang sudah meluap dengan arus yang sangat deras. Saya mencoba selamatkan diri dengan memanjat tembok beton. Di situ saya lihat banyak material gunung terbawa arus banjir,” ungkap Sumijar, Rabu (12/12/2018).

Air mulai surut sekira tiga jam kemudian, tapi menyisakan gundukan material seperti kayu, bebatuan maupun lumpur. Puluhan rumah warga maupun fasilitas umum juga terendam banjir dan lumpur.

“Tadi malam (kemarin malam) sudah ada alat berat yang datang dari Pemda Parigi Moutong. Memang mereka standby di Desa Bangga karena menangani banjir juga di sana. Jadi sekitar dua jam setelah banjir tadi malam, mereka sudah tiba. Kami berharap bisa segera memperoleh bantuan logistik, karena rata-rata rumah kami berantakan karena banjir. Kami juga butuh selimut, jas hujan dan sepatu boot,” sambungnya.

Petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Su’ud saat dihubungi di Desa Saluki, Rabu (12/12/2018) membenarkan adanya bencana alam banjir yang menggenangi dan merusak puluhan rumah di desa yang terletak pada jalur jalan Palu-Kulawi tersebut.

Saat ini, kata dia, sudah banyak sukarelawan bencana alam yang turun ke lokasi banjir untuk membantu evakuasi barang-barang milik warga yang rumahnya terendam dan tertimbun lumpur.

Bahkan, katanya, sukarelawan dari Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBD) Parigi Mountong yang ada di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi sekarang ini ikut membantu warga Desa Salua yang diterjang banjir bandang.

“Sudah banyak tim sukarelawan yang ada di lokasi.Juga sejumlah alat berat buldozer dan excavator diterjunkan oleh Pemkab Sigi untuk membersihkan material lumpur dan juga limbah kayu dan batu-batuan yang menimbun rumah penduduk dan prasana jalan agar bisa dilewati kendaraan,” katanya.

Desa Salua, salah satu desa di Kabupaten Sigi yang selama ini rawan bencana alam banjir dan tanah longsor. Hampir setiap kali hujan lebat terjadi banjir dan tanah longsor karena ada dekat dengan sungai.

Sungai di wilayah itu sering meluap dan airnya dipastikan merendam rumah penduduk yang ada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) seperti yang terjadi sekarang ini.

Su’ud menambahkan belum ada informasi adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat banjir bandang tersebut, kecuali kerugian material, tanpa merincinya.

Hingga kini belum ada informasi adanya korban jiwa, kecuali rumah-rumah warga banyak yang terendam banjir dan lumpur. FRY/ANT

Leave A Reply

Your email address will not be published.