Perekat Rakyat Sulteng.

Ayo, Masyarakatkan Transaksi Lelang

13

SULTENG RAYA – Transasksi jual beli dengan metode lelang, memang mulai banyak ditinggalkan menyusul adanya transaksi sektor keuangan yang lebih maju dan modern seperti e-commerce dan transaksi melalui perbankan.

Namun, Transaksi lelang sejatinya mempunyai nilai tambah dari sektor keamanan membeli suatu produk dengan langsung mendapatkan barang tersebut secara langsung dengan metode pembayaran tunai dan tidak berbelit-belit.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Palu, Rachmat Kurniawan kepada Sulteng Raya, Jumat (30/11/2018).

Menurutnya, saat ini animo masyarakat terhadap transaksi dengan metode lelang di Kota Palu harus lebih masif disosialisasikan kepada masyarakat. Pasalnya, kurangnya pengetahuan tentang lelang dan juga banyaknya transaksi keuangan seakan membuat lelang mulai ditinggalkan.

Dia juga menambahkan, pihaknya selaku instansi yang mempunyai tugas dan fungsi (tusi) terhadap lelang di satuan kerja Kementerian Keuangan selalu mengadakan kegiatan lelang dengan tujuan memasyarakatkan transakasi jual beli lelang tersebut.

“Hanya saja, kita harus terus dan perlu memasyarakatkan transaksi lelang. Seperti saat ini, menurut saya, lelang sangat efektif untuk diselenggarakan baik untuk penggalangan dana maupun menawarkan suatu produk berkualitas untuk konsumen dalam hal ini masyarakat,” tuturnya.

“Di Kota Palu sebenarnya banyak peminatnya, namun setelah kejadian bencana kemarin. Intensitasnya jauh menurun, mungkin sekitar 10 persen dari awalnya. Harus diakui daya beli masyarakat yang turun saat ini,” ujarnya menambahkan.

Dia melanjutkan, permasalahan terhadap minimnya peminat transasksi lelang bersumber kepada kurangnya investor yang ingin menanamkan modal untuk pelaksanaan lelang suatu produk.

“Kegiatan lelang masih sangat sering kami lakukan. Tapi ya, pembeli dan juga investor tadi sangat minim,” kata Rachmat. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.