Perekat Rakyat Sulteng.

Program Sapi di Buol Dinilai Meresahkan Warga

114

SULTENG RAYA – Program sapi di Kabupaten Buol yang dikenal dengan one man, one cow atau satu orang satu, satu sapi dinilai meresahkan warga.

Hal itu disampaikan salah seorang tokoh pemuda Buol, Moh Rizal Masdul kepada Sulteng Raya, Kamis (29/11/2018).

Rizal menjelaskan, program sapi yang telah dicanangkan oleh Bupati Buol, dr. Amirudin Rauf hingga kini dinilai meresahkan warga, karena penanganan dan pemeliharaannya yang tidak efektif, sehingga muncul keresahan bagi warga, khususnya yang bercocok tanam.

“Apa yang menjadi keresahan? Karena memang sapi ini berkeliaran dimana-dimana dan tidak dikandangkan, makanya ini saya meminta kepada bupati agar menekan Dinas Peternakan Buol untuk lebih memperhatikan tentang solusi-solusi konkrit dalam rangka pemeliharaan program sapi itu,” kata mantan Ketua DPD IMM Sulteng itu.

Rizal justru mempersoalkan program itu, karena pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Peternakan Buol tidak mengatur secara teknis dalam memelihara program tersebut.

“Seharusnya sapi tidak berada di pemukiman warga, harusnya dibuatkan tempat khusus dalam hal ini tempat pemeliharaan, sehingga tidak memunculkan keresahan bagi warga yang ingin bercocok tanam dan berkebun yang tentunya pasti terganggu dengan adanya sapi yang berkeliaran,” jelasnya.

Namun atas penilaiannya itu, Rizal juga mengaku mendukung dan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Buol tentang hadirnya program pengadaan sapi di Buol, karena telah memberikan sumber-sumber pendapatan terhadap warga Buol.

“Saya kira dengan kepedulian pemerintah tersebut, ini tidak lain meningkatkan taraf hidup, khususnya perekonomian masyarakat. Namun ini tidak bisa dipungkiri, sekali lagi saya hanya memberikan perhatian kepada Dinas Peternakan Buol agar program-program itu dipelihara dengan baik,” tegasnya.

 

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol telah mencanangkan program One Man, One Cow atau satu orang, satu sapi untuk menuju Swasembada daging.

“Program satu orang, satu sapi ini akan dicanangkan pada akhir Januari ini. Setelah seluruh proses tender dilakukam pada pertengahan Januari 2018 ini,” kata Bupati Buol, dr. Amirudin Rauf saat ditemui di rumah jabatannya, Jumat (5/1/2018) malam.

Bupati Amirudin menjelaskan, program One Man, One Cow yang akan dilakukan Pemkab Buol ini, sepenuhnya didukung oleh Kementerian Pertanian dalam hal ini menteri Pertanian, dengan menyiapkan sebanyak 500 ekor induk sapi yang berasal dari Australia.

“500 ekor induk sapi Australia itu akan dikembangkan di 315 hektare kawasan yang akan dibangun di Desa Air Terang Kecamatan Tiloan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, di kawasan 315 hektare itu, akan dilengkapi dengan fasilitas pengembangbiakkan, penghematan dan pembibitan. “Hasil dari pengembangbiakkan itu nantinya anak-anak sapi tersebut akan dibagikan ke masyarakat dan selanjutnya sapi-sapi masyarakat itu bisa digembalakan di kawasan peternakan yang disiapkan pemerintah tersebut,” jelas bupati.

Bupati menambahkan, program One Man One Cow ini juga didukung salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat atau NGO yang ada di Negeri Belanda dengan menyiapkan tenaga ahli di bidang peternakan. “Saat ini NGO asal Belanda itu sedang melaksanakan pelatihan-pelatihan soal peternakan seperti soal pembuatan pakan ternak, soal pengembangbiakkan dan sebagainya yang berkaitan dengan kawasan peternakan,” ucapnya.

Untuk diketahui, Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah dari empat Kabupaten yang menjalin kerjasama pembangunan ekonomi dengan NGO asal Negeri Belanda dalam program kerjanya Utara-utara. Tiga
Kabupaten lainnya yakni, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara.*/YAT

Leave A Reply

Your email address will not be published.