Perekat Rakyat Sulteng.

Hikmah Dibalik Bencana Pasigala, Sulteng Mendunia

15

SULTENG RAYA – Bencana yang menimpa Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) pada 28 September 2018 lalu, menyisakan kesedihan mendalam bagi semua orang  yang mengakisikan, terutama bagi masyarakat terdampak langsung.

Namun, di balik bencana yang menyayat hati siapa saja yang merasakan maupun menyaksikannya, terdapat hikmah positifnya. Kota Palu, Sigi dan Donggala serta Provinsi Sulawesi Tengah, kini dikenal di seluruh dunia.

Demikian dikatakan President Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Seminar Nasional ‘Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi di Sulawesi Tengah: Sebuah Pelajaran Bagi Mitigasi Bencana’ di salah satu hotel di Kota Palu, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, terhadap bencana di Sulteng tidak boleh terlalu souson. Namun, masyarakat juga harus berfikir positif dalam mengambil hikmahnya.

“Kita jangan terlalu souson dengan bencana di Pasigala. Harus juga berfikri positif. Sebab, pada hakekatnya, bencana adalah takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Namun, dibalik bencana, ada hikmah, Sulteng bakal menuai banyak kebaikan. Palu bakal dikenal dunia. Mudah-mudahan, dengan peristiwa bencana yang mendunia di Palu, insyah allah kita semua dan masyarakat di Sulteng diampuni dosanya oleh Tuhan Yang Maha Esa,” kata Ahyudin.

Ia mengatakan, negara Indonesia, sudah ditakdirkan memiliki posisi secara geologi sebagai negara yang ancaman bencananya selalu ada, termasuk di Sulteng. Sehingga, potensi ancaman bencana itu, harus diantsipasi dengan mengenal ancaman dan mengurangi kerentanan. Dengan begitu, resiko menjadi lebih kecil.

Karena, kata dia, ada tiga unsur dari bencana, yakni ancaman, kerentanan dan resiko. Semakin besar ancaman dan kerentanan, kata dia, maka semakin besar pula resiko yang ditimbulkan.

“Untuk itu, sangat dipandang peru untuk kita mengenal ancaman itu demi mengurangi kerentanan. Intinya, mari kita coba berfikir positif, semakin besar bencana, semakin besar pula hikmahnya. Bagi masyarakat yang terdampak, meski rumah kita roboh, tapi hati kita harus tangguh,” katanya.

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, Bupati Donggala, Kasman Lassa, Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (CKSDA) Sulteng, Saliman Simanjuntak, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Bartholomeus Tandigala, Kalak BPBD Kota Palu, Presly Tampu Bolon, SVP ACT, Syuhelmaidi Syukur, Kepala Cabang ACT Sulteng, Nani Nurmarjani Loulembah.

Bertindak sebagai pemateri, Peneliti Sesar Palu-Koro, Abdullah, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, Kepala Sub Bidang Evaluasi Geologi Teknik, Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi, Ginda Hasibuan dan Kedeputian Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Sridewanto Edi Pinuji.

Diketahui, ACT membawa 513 relawan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Sulteng.HGA

Leave A Reply

Your email address will not be published.