Perekat Rakyat Sulteng.

Pemkot Siapkan Rp10 Miliar Rehabilitasi Jalan Kota

12

SULTENG RAYA – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk rehabilitasi ruas jalan dalam kota, yang rusak akibat bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu.

“Dana tersebut berasal dari APBD Perubahan Kota Palu 2018,” kata pelaksana tugas Kadis PU Palu, Iskandar Arsyad di Palu, Rabu (7/11/2018).

Ia menjelaskan dari delapan kecamatan di Kota Palu, sebanyak tiga kecamatan yang ditemukan banyak mengalami kerusakan, yakni Kecamatan Palu Barat, Palu Utara dan Mantikulore.

Untuk seluruh kecamatan, sebutnya didominasi kerusakan karena retak, terbelah, pecah hingga amblas. Pemkot Palu saat ini, lebih mengutamakan merehabilitasi ruas jalan yang dilalui kendaraan pengangkut bantuan, untuk memudahkan penyaluran bagi korban bencana.

Iskandar menargetkan ruas jalan yang diprioritaskan tersebut, dapat selesai direhabilitasi sebelum memasuki tahun 2019.

Anggaran Rp10 miliar tersebut, menurutnya tidak cukup untuk membiayai rehabilitasi seluruh ruas jalan dalam kota yang rusak. Karenanya, Pemkot Palu melalui Dinas PU Palu akan kembali mengusulkan dana rehabilitasi jalan dalam kota pada APBD tahun 2019.

“Kita maish bicarakan dan bahas berapa dana yang dibutuhkan. Setelah itu, baru kita masukkan dalam rancangan APBD 2019. Kita berharap tahun depan semua ruas jalan dalam kota yang rusak dapat direhabilitasi,” jelasnya.

Untuk ruas jalan provinsi dan jalan nasional yang rusak di kota Palu, sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Diketahui, status ruas jalan di Kota Palu terbagi menjadi tiga, yakni jalan nasional, povinsi dan kota. Jalan nasional menjadi kewenangan dan tanggung jawab pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional, status jalan provinsi menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulaewsi Tengah melalui Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang serta status jalan kota kewenangan dan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui Dinas PU Kota Palu.

Ruas jalan nasional di Kota Palu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Nomor: 290/KPTS/M/2015, sepanjang 45,700 km. Yakni, Jalan Hasanuddin, Wolter Monginsidi, Emmy Saelan, Basuki Rahmat, Abd Rahman Saleh, Jend Sudirman, Samratulangi, Yos Sudarso, Tanah Runtuh – 2, Kebun Sari, Kebun Sari – Tawaeli, Pntoloan – Tawaeli, Nopabomba (batas Kabupaten Donggala) – Tawaeli, Gajah Mada, Imam Bonjol, Diponegoro dan Jalan Malonda.

Sementara, ruas jalan provinsi di Kota Palu sesuai Keputusan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah Nomor: 620/299/DIS.BMPR-G.ST/2017 sepanjang 35.440 km. Yakni, Jalan Towua, Karajalembah, Moh Hatta, Ir Juanda, Prof Moh Yamin, Dewi sartika, Sis Al jufri, Pue Bongo, Bundaran Palupi (batas Kabupaten Sigi), Sisingamangaraja, Soekarno Hatta, L Gadi, I Gusti Ngurah Rai, Padanjakaya, Gunung Gawalise dan Jalan Munif Rahman.

“Selain ruas jalan nasional dan jalan provinsi, menjadi ruas jalan kota yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Palu,” kata Sekretaris PU Kota Palu, Syarifuddin kepada Suteng Raya, beberapa waktu lalu.ANT/HGA

Leave A Reply

Your email address will not be published.