Perekat Rakyat Sulteng.

Pengangguran di Sulteng Per Agustus 2018 Menurun

20

SULTENG RAYA – Secara Year on Year (YoY), tingkat pengangguran di Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami penurunan. Data terakhir pada Agustus 2018 menunjukkan presentase Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) alami pelemahan poin sebesar 0,38 persen.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sulteng kepada Sejumlah Wartawan, beberapa waktu lalu. Menurutnya, per Agustus 2017 TPT Sulteng sebesar 3, 81 persen, turun menjadi 3,43 persen pada Agustus 2018 yang tersebar di seluruh Kabupaten Kota di Sulteng.

Sedangkan pada Februari 2018 dibandingkan dengan Agustus 2018, TPT cenderung mengalami kenaikan dari 3,19 persen menjadi 3,43 persen.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja,” tuturnya.

Dirinya menambahkan bahwa saat ini TPT di daerah perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan TPT di perdesaan. Pada Agustus 2018, TPT di perkotaan sebesar 5,15 persen, sedangkan TPT di perdesaan sebesar 2,71 persen.

Dibandingkan setahun yang lalu, terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka didaerah perkotaan sebesar 1,36 persen poin, sedangkan TPT di perdesaan turun 0,01 persen poin,” kata Wahyu.

Dia menambahkan, ditinjau dari tingkat pendidikan per Agustus 2018, TPT pada Sekolah Menengah Atas (SMA) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 7,29 persen, kemudian diikuti oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMA) sebesar 7,17 persen. Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang lebih terutama pada tingkat pendidikan SMA dan SMK.

“Mereka yang berpendidikan rendah, cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, dapat dilihat dari TPT untuk pendidikan SD ke bawah memiliki nilai paling kecil diantara semua tingkat pendidikan yaitu sebesar 1,63 persen. Pada Agustus 2018 jika dibandingkan kondisi setahun yang lalu, TPT yang mengalami penurunan terjadi pada tingkat pendidikan SD, SMP dan Diploma I,II,III, kecuali pada tingkat pendidikan SMA, SMK dan Universitas mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Namun, belum diketahui jumlah pengangguran pascabencana di Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala). Karena, BPS hanya merilis data per enam bulan, yakni Februari dan Agustus setiap tahunnya. RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.