Perekat Rakyat Sulteng.

Siswa MAN IC Palu Raih Perunggu di YSIF

40

SULTENG RAYA-Siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Palu, kembali menorehkan prestasi, kali ini ditingkat internasional setelah berhasil meraih medali perunggu di ajang International Youth Science and Innovation Fair (IYSIF) 2018, pada tanggal 31 Oktober sampai dengan  5 November 2018 di BSD Tangerang – Banten yang diselenggarakan okeh Kemendikbud RI.

Hasil Penelitian Robiq Firly Alfian dan Satriawan Sanusi yang berjudul Aktivitas Antioksidan Ekstrak Antosianin pada Batang Tumbuhan Kembang Merak (Caesalpinia Pulcherrima) menggunakan Metode DPPH, mencuri perhatian tim juri LIPI Prof. Edmunz Denies peneliti Botani dari Jerman.

Dimana hasil Penelitian ini kata Kepala MAN IC Palu Soim Anwar, berkaitan dengan kangker pada manusia, diketahui bahwa batang Kembang Merak memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai antioksidan alami untuk menetralkan aktifitas radikal bebas dalam tubuh manusia yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Dapat menambah Daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit berbahaya dan Ekstrak tumbuhan ini mempunyai daya hambat sangat baik terhadap pertumbuhan penyakit kanker.

Keberhasilan kedua siswa MAN IC tersebut kata Soim, tidak terlepas dari kerjasama dengan laboratorium Kimia FKIP Universitas Tadulako, dan berkolaborasi dengan tenaga pengajar internal (Guru MAN IC) dan Untad (dosen) untuk terus melatih kedua siswa tersebut. “Kurang lebih tiga bulan mereka melakukan riset di laboratorium itu,”ungkap Soim. Senin (5/11/2018).

IYSIF merupakan program sains bergengsi bertaraf internasional yang diikuti ratusan pelajar Indonesia dan Mancanegara. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan dilaksanakan tanggal 31 Oktober -5 November di ICE Building Tangerang Provinsi Banten.

“Alhamdulillah, meskipun MAN IC Kota Palu yang baru beroperasi Tahun 2016 lalu, memiliki fasilitas yang terbatas. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala, bahkan menjadi motivasi bagi Guru dan siswa untuk senantiasa berinovasi untuk meraih prestasi, tidak hanya ditingkat lokal dan nasional, melainkan juga sudah ditingkat internasional,”jelas Soim.

Sebelumnya, kedua siswa ini, berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2018 Kategori Matematika Sains dan Teknologi yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tanggal 15-20 Oktober 2018 di Semarang Jawa Tengah.

Atas keberhasilan itu, keduanya kembali mendapat surat pemanggilan dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengikuti ajang International Youth Science and Innovation Fair (IYSIF) 2018. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.