Perekat Rakyat Sulteng.

Dirjen PAS: Nyawa Adalah Nomor Satu

32

SULTENG RAYA – Nyawa adalah nomor satu!!, pernyataan itu nampaknya layak disematkan untuk seluruh masyarakat Sulawesi Tengah yang terkena bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi tidak terkecuali para narapidana yang sedang menjani masa tahanan di lapas Petobo.

Saat tragedi 28 September 2018, manuver kebijakan beresiko diambil Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Petobo Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan memberikan ijin para napi melihat sanak saudara yang terkena bencana dengan harapan para napi akan kembali secara sukarela.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami saat melakukan dialog dengan para narapidana di Lapas Petobo Kelas II A Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng Jalan Dewi Sartika Kota Palu, Sabtu (27/10/2018).

“Pada waktu gempa, saya yakin kalian yang diberikan kesempatan oleh Kalapas untuk keluar, pasti kembali. Kalapas sebenarnya pada waktu itu telah menyerahkan diri dengan menerima kesalahan memberikan kesempatan kalian keluar mengunjungi keluarga karena bancana itu sangat luar biasa. Kondisi kemarin sangatlah darurat, Nyawa kalian adalah  nomor satu,” tuturnya.

Saat ini, jumlah tahanan yang telah menyerahkan diri secara sukarela telah mencapai 1093 orang dari total jumlah tahanan sebanyak 1670 orang.

“Batas menyerahkan diri sampai tanggal 30 Oktober 2018, imbau kepada kawan-kawan kalian disini untuk segera kembali sebelum tanggal tersebut. Jika tidak, akan diserahkan kepada yang berwajib dalam hal ini TNI dan Polri untuk kemudian dijadikan DPO,” tuturnya.

Dalam agendanya kunjungan, Sri Puguh Budi Utami juga mendonasikan sejumlah Al-Quran untuk para tahanan di Lapas Kelas II Petobo.

RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.