Perekat Rakyat Sulteng.

Emergency Medical Team RSCM dan FK UI Ditarik

35

SULTENG RAYA – Relawan dari Emergency Medical Team Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia  (FK UI) yang posko di Rumah sakit Sis Aljufri, hari ini mengakhiri segala kegiatannya di Kota Palu, seiring dengan berakhirkan tanggap darurat 26 Oktober 2018, dan ditarik kembali ke Jakarta.

Sebelumnya, tim relawan ini berada di Kota Palu sejak tanggal 30 September 2018, terdiri dari empat tim datang secara bergantian, masing-masing tim ini berada di Kota Palu sekitar tujuh sampai delapan hari terdiri dari tenaga dokter dan perawat.

Tim pertama sejumlah 13 orang dengan tugas utama asesmen segala kebutuhan di lokasi tanggap darurat dengan diperkuat oleh dokter bedah, tim kedua sejumlah 33 orang. Jumlah ini memang lebih besar dari tim pertama sebab kebutuhan sudah diketahui,  dan juga diperkuat oleh personil dokter bedah, analisis leb, dan radiologi.

Tim ketiga 18 orang, kali ini lebih dirampingkan, sebab kebutuhan tenaga sudah lebih berkurang. Penanganan mendesak pasien sudah tertengani oleh tim pertama dan kedua. Kali ini lebih penanganan pada perawatan dan kontrol.

Begitu juga pada tim terakhir yakni tim ke empat, ini lebih ramping lagi jika dibandingkan tim ke tiga, yakni hanya terdiri dari 10 orang. “Tim ini lebih pada kerjasama dengan Rumah Sakit setempat, agar ada perawatan lanjutan setelah kami pulang semua,”jelas salah satu Tim Emergency Medical Team RSCM, dr Riyadh Firdaus, SpAnKNA. Jumat (26/10/2018).

dr Riyadh Firdaus menambahkan, jika Ia bersama timnya harus meninggalkan Kota Palu setelah mereka berada di Kota Palu membantu para korban, sekalipun mereka meninggalkan dengan rasa berat, namun tugas mereka telah berakhir di kota ini seiring berakhirnya tanggap darurat.

“Semoga apa yang telah kami lakukan disini, bisa meringankan beban saudara kita, dan kami harus meninggalkan mereka, meskipun berasaan ini sangat berat meninggalkannya, namun tugas telah berakhir dan harus kembali,”tambahnya.

Selama tim ini di Palu mendapatkan pendampingan dari tim Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu. Olehnya itu, dalam waktu dekat ini, Universitas Alkhairaat Palu dan  Universitas Indonesia akan melakukan penandatanganan MoU dalam bidang Pengajaran, Penelitian, dan pengabdiaan pada masyarakat pada tanggal 31 Oktober 2018.

“Kegiatan ini nantinya akan dilanjutkan dalam bentuk penandatanganan MoU antara Universitas Alkhairaat Palu dengan Universitas Indonesia, dalam bidang Pengajaran, Penelitian, dan pengabdiaan pada masyarakat pada tanggal 31 Oktober 2018, di UI Depok. Bertepatan dengan penyelenggaraan UI Industry and Gevernment Expo 2018, Sinergi Bangsa Menuju Indonesia Mandiri,”jelas Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu drg Lutfia.

AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.