Perekat Rakyat Sulteng.

Pascabencana, Pasokan BBM dan LPG di Sulteng Berangsur Pulih

28

SULTENG RAYA – Pascagempa, tsunami dan likuifaksi pada Jumat (28/9/208) lalu, kini pasokan BBM dan LPG di Palu, Donggala dan Sigi telah berangsur pulih.

Hal ini dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, saat meninjau langsung Terminal BBM Donggala pada Jumat (19/10/2018).

Kedatangan Menteri Hujan, guna melihat dan memastikan pasokan BBM dan LPG di Palu, Donggala, dan Sigi pascagempa.

“Tadi saya lihat di Terminal BBM Donggala, ada kerusakan, makan waktu mungkin 6 bulan untuk memperbaiki, tetapi fungsinya tetap jalan, ya darurat, tetapi tetap jalan. Kalau SPBU, rusak kecil-kecil itu, tidak ada masalah,” ujar Menteri Jonan.

Dia mengatakan kondisi mooring post atau sandaran kapal di dermaga TBBM Donggala mengalami kerusakan, menjadi miring dan turun. Kerusakan tersebut mengakibatkan jetty roboh dan pipa dari kapal ke tangki rusak.

Untuk mempertahankan dermaga tersebut, Menteri Jonan menyarankan untuk memperkuat buoy yang tahan gempa hingga 9 skala richter (SR).

“Kalau ini mau dipertahankan buoy harus lebih kuat. Tetap dibuat yang bisa tahan gempa sampai 9 SR. Atau bisa saja bawahnya itu pakai pelampung, seperti teknologi Perancis untuk angkat kapal selam. Memang lebih mahal tetapi tidak masalah,” ujar Jonan.

Namun ia memastikan fungsi Terminal BBM Donggala tetap berjalan, meski secara darurat, karena terdapat kerusakan.

Bahkan, sejak Kamis (18/10/2018), 17 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah beroperasi di Kota Palu (2 SPBU menggunakan truk tangki), 7 SPBU di Kabupaten Donggala, 2 SPBU di Kabupaten Sigi, dan 10 SPBU di Kabupaten Parigi Moutong.

Sementara untuk stok BBM, ketahanan Premium selama 8 hari, solar selama 11 hari, dan avtur 14 hari.

Terkait pasokan LPG, saat ini seluruh agen LPG Public Service Obligation (PSO), agen LPG Non-PSO, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPPBE) PSO, dan SPPBE Non-PSO telah beroperasi aktif di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi.

Sementara 81 persen pangkalan LPG telah beroperasi normal. Stok LPG yang tersedia di Kota dan sekitarnya sebanyak 428 metric ton (MT), dengan ketahanan selama enam hari.

Selain itu, operasi pasar LPG telah dilakukan setiap hari sejak 3-18 Oktober 2018.

Operasi pasar tersebut berlokasi di Kota Palu sebanyak 8 kecamatan, Kabupaten Donggala 16 kecamatan, dan Kabupaten Sigi 15 kecamatan.

Total tabung LPG yang didistribusikan adalah 163.971 tabung yang tersebar di 398 titik operasi pasar.

ROA

Leave A Reply

Your email address will not be published.