Perekat Rakyat Sulteng.

India Arogan karena Batalkan Pembicaraan Damai

25

SULTENG RAYA – Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan mengecam India yang dia sebut arogan karena membatalkan sepihak pembicaraan damai tingkat tinggi pertama kedua negara. Menurut Khan ada orang-orang yang duduk di kantor pemerintahan New Delhi yang menentang perubahan dalam hubungan kedua negara.

India pada hari Jumat membatalkan pertemuan antara para menteri luar negeri dari kedua negara bersenjata nuklir tersebut. Padahal, pertemuan sudah direncanakan digelar di sela-sela forum Majelis Umum PBB bulan ini.

Kementerian Luar Negeri di New Delhi mengatakan keputusannya adalah untuk memprotes pembunuhan personel keamanan India di Kashmir dan sebuah sikap Pakistan yang “mengagungkan” seorang separatis anti-India di wilayah Himalaya.

Pakistan menggambarkan alasan India sebagai alasan untuk memungkinkannya menghindari pembicaraan penting tersebut.

PM Khan, mantan kapten tim nasional kriket Pakistan, mengecam sikap India melalui Twitter.

“Kecewa pada respons arogan dan negatif oleh India atas seruan saya untuk memulai kembali dialog perdamaian,” tulis Khan di akun Twitter-nya pada hari Sabtu, seperti dikutip Reuters Ahad (23/9/2018).

“Namun, sepanjang hidup saya, saya telah menemukan pria-pria kecil yang menempati kantor-kantor besar yang tidak memiliki visi untuk melihat gambaran yang lebih besar,” lanjut Khan.

Dimulainya kembali pembicaraan damai telah terhenti selama bertahun-tahun karena masalah sengketa wilayah Kashmir. Kedua negara itu sama-sama memiliki klaim di wilayah itu.

Pakistan dan India telah terlibat tiga perang sejak lepas dari pendudukan Inggris pada 1947 atas wilayah tersebut.

Pemerintah India yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi telah menegaskan  Pakistan harus bertindak melawan militan Islamis Kashmir. Namun, menurutnya, Pakistan masih membantu kelompok-kelompok dari bagian Kashmir yang mereka kuasai.

Pakistan membantah tuduhan telah membantu serangan di sana. Sebaliknya, Pakistan memerangi kelompok militan demi keamanan wilayahnya sendiri. SND/RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.