Perekat Rakyat Sulteng.

Pemdes Marena Bina Pengurus BUMDes

Laporan: Simson-Jurnalis Warga Desa Marena

36

SULTENG RAYA –  Pemerintah Desa (Pemdes) Marena, melalui tenaga ahli pemberdayaan ekonomi desa Kabupaten Sigi bersama pendamping kecamatan dan pendamping Desa Marena Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi menggelar pembinaan kepada pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Sabtu (8/9/2018).

Pembinaan BUMDes tersebut, diikuti oleh pengurus, pengawas BUMDes dan dari aparat  Desa Marena.

Kepala Desa (Kades) Marena, Nixen A Lumba selaku pembina  BUMDes Desa Marena mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana mengelola BUMDes mulai dari perencanaan, administrasi pembukuan sampai pada pelaporan.

Menurutnya, pentingnya dilakukan pembinaan terhadap pengurus, mengingat Desa Marena baru mulai melakukan pengelolaan BUMDes pada tahun 2018 ini, walaupun sudah dianggarkan tahun 2017. Ia berharap,  peserta pembinaan mengikuti dengan baik, agar bisa mengaplikasikannya sesuai dengan tugas dan taggung jawab masing-masing.

“Saya berharapa seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan dengan baik. Sehingga, kedepannya pengelolaan BUMDes Desa Marena bisa dilakukn secara maksimal, bahkan diharapkan dapat memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujarnya saat memberikan sambutan pada  pembukaan kegiataan tersebut, Sabtu (8/9/2018).

Sementara, salah seorang pembicara pada kegiatan itu, Yuni menyampaikan bahwa, kendala yang terjadi dilapangan terkait soal pengelolaan BUMDes adalah sumber daya manusia yang belum memahami administrasi pembukuan, khususnya pengurus, kemudian pemilihan terhadap unit usaha tidak sesuai dengan potensi yang ada di Desa.

Selain itu, ada juga proses yang tidak melalui mekanisme penyertaan modal, misalnya melalui rekening yang seharusnya dari rekening desa langsung ke rekening BUMDes.

Pada sesi tanya jawab, peserta cukup antusias bertanya kepada pemateri terkait soal pembukuan. Khususnya, buku rekening dimana diharapkan harus ada transaksi yang terjadi dalam bulan berjalan, sementara bank sebagai mitra dari BUMDes jaraknya cukup jauh dari desa dan membutuhkan biaya transport yang besar.

Menanggapi pertanyaan tersebut pemateri menyarankan untuk mengganti dengan bank terdekat agar bisa meminimalisir biaya transpor ketika melakukan transaksi.

Dirinya berharap, dengan adanya penyertaan modal bisa digunakan semaksimal mungkin, kemudian pengurusnya harus pro aktif dan administrasi pembukuan harus dibenahi dari sekarang.

“Mudah-mudahan BUMDes Marena bisa maju seperti BUMDes lain,” harapnya.*/ADK

Leave A Reply

Your email address will not be published.