Perekat Rakyat Sulteng.

KPU Parmout Tetapkan DPT Hasil Perbaikan

12

SULTENG RAYA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) menggelar rapat pleno terbuka penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) untuk Pemilihan Umum tahun 2019 mendatang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor KPU setempat, Kamis (13/9/2018).

Rapat tersebut dilaksanakan, berdasarkan ketentuan pasal 32 peraturan KPU Nomor 11 tahun 2018 tentang penyusunan daftar pemilih di dalam negeri dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum dan surat edaran ketua KPU RI Nomor : 1033/PL.01.2-SD/01/KPU/IX/2018 Perihal perbaikan DPT atas rekomendasi Bawaslu dan masukan Partai Politik peserta pemilu pada saat rapat pleno terbuka DPTHP Kabupaten Parmout.

Dalam rapat pleno tersebut, KPU Parmout menetapkan daftar pemilih tetap hasil perbaikan pada pemilihan umum tahun 2019 dengan jumlah pemilih sebanyak, 297.739 dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 152.118 pemilih, dan pemilih perempuan berjumlah sebanyak, 145.621 pemilih yang tersebar di 23 Kecamatan.

Ketua KPU Parmout, Ikbal Bungaadjim mengatakan, setelah KPU Parmout menetapkan DPT Pemilu 2019 beberapa waktu lalu, selanjutnya dilakukan pencermatan dan verifikasi baik oleh pihak KPU, Bawaslu maupun Partai Politik.

Menurut dia, pihaknya bersama Bawaslu dan Partai Politik di semua tingkatan berupaya untuk melakukan penyempurnaan DPT yang telah ditetapkan oleh KPU. Sehingga, ditemukan beberapa data yang TMS, MS, serta ganda untuk ditindaklanjuti, demi suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019.

Sekaitan hal itu, Divisi Perencanaan dan Data KPU Parmout, Dirwan Korompot yang ditemui di ruang kerjanya usai rapat pleno DPTHP mengatakan, PPS dan PPL bekerjasama untuk mencermati data yang dikategorikan ganda, meninggal dunia, pindah alamat, ataupun pemilih yang tidak memenuhi syarat.

“Jadi dengan hasil pencermatan itu, maka ditemukanlah pemilih yang sudah meninggal, yang sudah pindah. Kemudian yang sebelumnya dari masyarakat biasa sudah menjadi TNI, POLRI. Nah itu mungkin NIK-nya yang tidak cukup 16 digit yang disempurnakan, dan ada jenis kelamin perempuan tetapi tertulis laki-laki, maka itu juga disempurnakan, tetapi itu tidak merubah jumlah,”jelasnya.

Terkait data pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) yang berjumlah 1.763 kata dia, data itu seluruhnya tergabung dalam pemilih ganda, meninggal dunia, dan ada yang masih belum cukup umur. Apabila itu ditemukan nantinya, akan dikeluarkan dari DPT demi penyempurnaan data yang ada.

“Karena hasil rekomendasi Bawaslu, kan seperti itu, jadi KPU hingga jajaran tingkat paling bawah menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu untuk melakukan pencermatan bersama,” tuturnya.OPI

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.