Perekat Rakyat Sulteng.

2 Kelompok Parlemen Irak Desak PM Abadi Mundur

27

SULTENG RAYA – Dua kelompok teratas parlemen Irak meminta Perdana Menteri Haider al-Abadi mundur. Permintaan ini tercetus usai anggota parlemen mengadakan pertemuan darurat membahas kerusuhan yang mengguncang selatan Irak.

“Kami menuntut pemerintah meminta maaf kepada rakyat dan segera mengundurkan diri,” ujar Hassan al-Aqouli, juru bicara untuk ulama Syiah Moqtada Sadr yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan Mei, dilansir dari AFP, Sabtu (8/9/2018).

Pengumuman tersebut merupakan pukulan telak bagi Abadi yang berharap mempertahankan jabatannya.

Ahmed al-Asadi, juru bicara daftar terbesar kedua, Aliansi Penaklukan mengutuk ‘kegagalan pemerintah untuk menyelesaikan krisis di Basra. Ada 12 pendemo tewas dalam bentrokan dengan pasukan keamanan.

PM Abadi mempertahankan rekam jejaknya di parlemen, menyebut kekacauan ini sebagai ‘sabotase politik’ dan menyebut krisis atas layanan publik dieksploitasi untuk tujuan politik.

ABADI PECAT KEPALA PASUKAN PARAMILITER

 

Sementara dalam kinerjanya, Haider al-Abadi pernah pemecatan kepala pasukan paramiliter Hashed al-Shaabi, yang memainkan peran besar dalam mengalahkan kelompok radikal ISIS.

Dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (31/8/2018), Abadi menyebut Falih Alfayyadh, kepala pasukan Hashed al-Shaabi, “telah terlibat dalam masalah politik partisan yang bertentangan dengan aturan netralitas yang berlaku untuk anggota pasukan keamanan dan intelijen.”

Alfayyadh (62) juga diberhentikan dari posisinya sebagai penasihat keamanan nasional. Tidak disebutkan siapa yang akan menggantikan posisinya.

Meskipun berada dalam daftar pemilih PM menjelang pemilihan legislatif yang berlangsung pada Mei lalu, PM Abadi menduga Alfayyadh bernegosiasi di belakangnya dengan saingannya Hadi al-Ameri saat pembicaraan pasca-pemilihan sedang berlangsung.

Pasukan tambahan Hashed al-Shaabi (Mobilisasi Populer) dibentuk pemerintah Irak pada tahun 2014, setelah seruan berjihad oleh pemimpin spiritual komunitas Syiah, Ayatollah Ali Sistani untuk membantu dalam perang melawan ISIS.DTC/RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.