Perekat Rakyat Sulteng.

Pembunuh PSK di Palu Dituntut Penjara Seumur Hidup

31

SULTENG RAYA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, menuntut dua terdakwa Rudi Haryanto (34) dan Supriadi dengan pidana penjara masing-masing seumur hidup.
Kedua terdakwa tersebut, terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang pekerja seks komersial (PSK) bernama Nur Intan (45), di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Senin (12/2/2018) beberapa bulan lalu.

JPU, I Ketut Sudiarta dalam surat tuntutannya yang dibacakan pada sidang tuntutan di PN Palu, Rabu (29/8/2018) mengatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP sesuai dengan dakwaan primair.

“Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa Rudi Haryanto alias Rudi dan terdakwa Supriadi alias Umpi dengan pidana penjara masing-masing seumur hidup,” kata I Ketut Sudiarta dalam sidang tuntutan di PN Palu, Rabu (29/8/2018).

Selain itu, hal yang memberatkan tuntutan para terdakwa yakni, perbuatan para terdakwa menghilangkan nyawa orang lain yaitu Nur Intan, perbuatan para terdakwa menimbulkan penderitaan yang mendalam dan berkepanjangan bagi keluarga korban serta terdakwa Rudi Haryanto berbelit-belit dalam memberikan keterangan didepan persidangan. Sedangkan, untuk hal yang meringankan bagi kedua terdakwa tidak ada sama sekali.

Sementara, Ketua Majelis Hakim, Lilik Sugihartono didampingi dua hakim anggota Ernawati Anwar dan Tri, kembali menjadwalkan sidang pada pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan (Pledoi) dari kuasa hukum kedua terdakwa.

Sebelumnya diberitakan, seorang wanita muda yang sehari-harinya bekerja sebagai PSK ditemukan tewas di daerah lokalisasi Kelurahan Tondo atau biasa dikenal dengan sebutan Tondo Kiri, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Senin (12/2/2018) pagi sekira pukul 07.00 Wita.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut berawal dari salah satu keterangan saksi yang tidak lain dari pacar korban berinisial AW (35).

Menurut keterangan saksi AW, saat itu dirinya bangun tidur dan keluar dari kamarnya kemudian melihat pintu kamar korban Nur Intan terbuka. Selanjutnya saksi masuk ke dalam kamar tersebut dan menemukan atau melihat korban dalam keadaan terbaring di lantai kamar dalam keadaan meninggal dunia.

Setelah itu saksi berteriak dengan meminta tolong kepada tetangga sekitar lalu dan kemudian melaporkannya ke Mapolsek Palu Timur. Atas laporan itu, tim Inafis atau Identifikasi Polres Palu segera tiba di tempat kejadian perkara (TKP) kemudian melakukan proses identifikasi terhadap korban.

Pada saat pertama kali ditemukan mayat berada di dalam salah satu kamar yang berukuran sekitar 2,5 x 3 meter dalam posisi terlentang kepala mengarah ke timur dan masih menggunakan baju daster warna hitam, namun tidak mengenakan celana dalam dan sudah ditutupi menggunakan handuk warna putih.

Kemudian dari mulut korban mengeluarkan cairan darah dan lidah menjulur keluar. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 08.30 tim dari Rumah Sakit Bhayangkara tiba di TKP. Kemudian melakukan pemeriksaan tubuh korban di bagian luar dari hasil pemeriksaan ditemukan seutas tali kabel listrik warna kuning (bening) panjang sekitar 25 cm dengan kedua ujung kabel masing-masing sudah diikat dan tali kabel tersebut masih terlilit di leher korban dan korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut.YAT

Leave A Reply

Your email address will not be published.