Perekat Rakyat Sulteng.

Dugaan Korupsi Dana Partai Hanura Parmout, September, Berkas Perkara Masuk Tahap Penuntutan

73

SULTENG RAYA – Kejaksaan Negeri Parigi Moutong memastikan berkas perkara dugaan penyalahgunaan dana Partai Hanura Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) masuk tahap penuntutan pada September mendatang.

Kasus yang bergulir sejak beberapa tahun silam tersebut, menyeret nama mantan ketua Partai Hanura Parmout, H Hasbi Daeng Sitaba.

Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong, Agus Setiadi SH MH, melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Muhammad Tang. Dia mengatakan berkas perkara dugaan korupsi yang melibatkan Hj. Hasbi telah rampung hingga 90 persen.

“Saat ini kami tinggal menunggu hasil audit dari Inspektorat untuk kelengkapan berkas. Dari dua pihak auditor yang kami gunakan, yang sudah masuk hasil auditnya baru BPKP, sementara dari Inspektorat dijanjikan dalam pekan ini,” ujarnya saat ditemui Sulteng Raya di ruang kerjanya, Rabu (15/8/2018).

Terkait ada tersangka baru dalam kasus tersebut, Muhammad Tang belum bisa memastikan, karena pihaknya masih fokus terhadap H Hasbi yang telah ditetapkan sebagai tersangka beberapa bulan lalu.

Dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana Parpol, kata dia, tersangka Hj. Hasbi dikenakan pasal 2 ayat (1) UU Tipikor nomor 20 tahun 2001, dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Kemudian, pasal 3 yang menyebutkan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp50 juta rupiah dan maksimal Rp1 miliar.

MENCUAT SEJAK 2014
Kasus ini mencuat sejak beberapa tahun silam, tepatnya 2014. Kala itu, Rabu (8/10/2014), sejumlah kader serta pengurus harian DPC Partai Hanura Kabupaten Parmout mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi, untuk melakukan konsultasi atas rencana pelaporan dugaan penyalahgunaan dana partai yang dilakukan salah seorang kader partai. Saat itu Kepala Kejari Parmout masih dijabat oleh Widagdo SH.

Kala itu, Abd Muluk SH, selaku kader partai Hanura kepada wartawan mengatakan, kedatangan pihaknya ke Kejari Parigi untuk meminta petunjuk dan meminta agar lembaga hukum tersebut menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan dana pembinaan partai Hanura pada tahun 2013 sekira Rp40 juta lebih.

Pasalnya kata dia, berdasarkan pengakuan Darsing Larekeng selaku Bendahara DPC Partai Hanura, tidak pernah melakukan proses pencairan dana pembinaan partai pada bagian Kesbang Kabupaten Parmout. Tetapi anehnya, dana itu bisa cair dan diduga tahun 2014 hal yang sama juga terjadi, sekitar Rp27 juta juga telah dicairkan.

“Bendahara sudah membuat surat pernyataan terkait persoalan itu, makanya kami sebagai kader partai mau menindaklanjuti hal itu. Sehingga, kebenaran atas hal itu dapat diketahui,” ungkap Abd Muluk SH, yang ditemui usai konsultasi di ruang Kajari Parigi pada Rabu (8/10/2014) silam.

Pihaknya menduga, proses pencairan dana tersebut dilakukan oleh Ketua DPC Partai Hanura, H Hasbi Dg Sitaba dan Hengky Osean selaku Sekretaris. Hal itu berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya beberapa waktu lalu.

Bahkan parahnya lagi kata Abd Muluk kala itu, Hengky Osean berdasarkan SK hanya menjabat sebagai sekretaris. Namun entah mengapa dirinya mengakui telah merangkap jabatan, selain sebagai sekretaris juga menjabat sebagai Bendahara di DPC Partai Hanura. Padahal sepengetahuan Abd Muluk, tidak ada rapat dilakukan di internal partai berkaitan dengan pergantian jabatan.

Kejanggalan lainnya, rekening partai juga telah diganti oleh ketua, tanpa diketahui bendahara dan kader partai. “Makanya kami akan membuat laporan, dan mendesak penegak hukum untuk menelusuri hal itu. Serta memeriksa sejumlah pihak yang memahami masalah dana pembinaan partai itu,” katanya kala itu. OPI

Leave A Reply

Your email address will not be published.