Perekat Rakyat Sulteng.

Edukasi Publik Pemanfaatan FTA Semakin Mengemuka

14

SULTENG RAYA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar seminar edukasi publik pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) di Hotel West bestern Coco Palu, Rabu (8/8/2018).

Seminar FTA ini resmi dibuka Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Ardiansyah Lamasituju di dampingi Kepala Disperindag Sulawesi Tengah Moh Arief Latjuba yang bertujuan mengetahui dan memahami pemanfaatan Free Trade Agreement.

Gubernur Longki mengungkapkan diskusi dan perdebatan umum terkait optimalisasi implementasi FTA di tingkat domestik akhir-akhir ini semakin mengemuka. Dalam kondisi ini, tentu sangat membutuhkan konstribusi dari semua pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Perlu dukungan penuh dalam memanfaatkan keberadaan FTA. Apalagi sinergi antara pemerintah pusat dan daerah maupun industri lokal dalam mengidentifikasi peluang dan potensi dari mitra perdagangan harus berperan lebih signifikan dalam menentukan dampak positif adanya FTA,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dengan adanya FTA ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha di Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah serta menciptakan akses pasar di luar negeri serta menciptakan standarisasi dan meningkatkan investasi asing.

“Indonesia saat ini tengah menjajaki upaya ekspansi ke pasar non tradisional di kawasan Afrika dan Amerika Selatan melalui perdagangan bebas. Ini perlu dimanfaatkan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulteng, Ida Nursanti mengatakan dengan memberikan pemahaman dalam menghadapi dan memanfaatkan FTA ini, dapat meningkatkan minat para pelaku usaha. Sehingga, tahun-tahun akan datang diharapkan mampu meningkatkan ekspor produk usaha ke pasar mitra FTA.

“Bahkan, juga menciptakan opini publik yang menstimulasi peran aktif pemerintah daerah dan kalangan dunia usaha untuk turut mengelola kesempatan dari perjanjian perdagangan internasional dalam hal ini FTA,” jelasnya.

Adapun yang menjadi narasumber yakni Tenaga Ahli Bidang Akses Pembiayaan dan Prosedur Ekspor FTA Center Makassar Chairil Burhan, Tenaga Ahli Bidang Akses Pembiayaan dan Prosedur Ekspor FTA Center Jakarta Ali Akbar, Tenaga Ahli Bidang Strategi Promosi dan Pemasaran FTA Centre Surabaya Fernanda Reza Mohammad, serta narasumber dari kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Indratmoko.RAF

Leave A Reply

Your email address will not be published.