Perekat Rakyat Sulteng.

Remaja Gua Resmi Jadi Warga Negara Thailand

28

SULTENG RAYA – Otoritas Thailand resmi memberikan status kewarganegaraan bagi tiga remaja tim sepakbola lokal Wild Boars dan sang pelatih, Kapol Chanthawong (25), pada Kamis (9/8/2018).

Mereka adalah empat dari total 13 orang yang sempat terjebak di Gua Tham Luang selama dua pekan pada 23 Juni lalu.

Keempat orang tersebut sebelumnya tak memiliki kewarganegaraan atau stateless meski lahir di Thailand.

“Namun, hari ini kalian semua mendapatkan status kewarganegaraan,” ucap kepala distrik Mae Sai, Somsak Khanakham dalam upacara penyerahan kartu identitas penduduk kepada keempat orang tersebut.

Selama ini, tiga remaja tersebut tidak mendapat hak-hak dasar sebagai warga negara termasuk tak dapat berpelesir ke luar Chiang Rai, provinsi di utara Thailand tempat mereka tinggal selama ini.

Chiang Rai dikenal sebagai rumah bagi etnis minoritas yang juga memiliki keturunan dari negara tetangga Myanmar.

Kepada AFP, Somsak mengatakan insiden yang dialami tim sepakbola Wild Boars pada 23 Juli lalu tidak berhubungannya dengan pemberian status kewarganegaraan.

Menurutnya, para remaja itu telah mengajukan permohonan status kewarganegaraan sebelum insiden terjebak di gua terjadi. Somsak pemberian KTP dilakukan karena syarat-syarat yang diajukan para remaja itu telah memenuhi syarat.

“Memang banyak orang yang lahir di Thailand tetapi belum mendapat status kewarganegaraan,” katanya.

Meski begitu, acara pemberian KTP tersebut dengan bangga diunggah di laman Facebook oleh pemerintah daerah Mae Sai.

“Wild Boars! mendapat status kewarganegaraan Thailand,” bunyi unggahan otoritas Mae Sai di Facebook.

Nopparat Kanthawong, kepala pelatih Wild Boars, memaparkan sejumlah anggota timnya yang lain juga ikut menerima KTP, meski mereka tidak ikut terjebak dalam gua.

“Saya merasa bahagia. Jika mereka dapat status kewarganegaraan Thailand, mereka bisa mendaftar dan ikut ujian pegawai negeri sipil atau pekerjaan baik lainnya jika mereka tak ingin menjadi atlet sepakbola di masa depan,” ucap Kanthawong.

Berdasarkan data pemerintah, masih ada sedikitnya 488.105 orang yang tidak memiliki status kewarganegaraan di Thailand. International Observatory on Statelessness mengatakan jumlah itu masih bisa lebih besar lagi hingga mencapai 3,5 juta orang. Jutaan warga tanpa status itu, papar organisasi tersebut, tidak memiliki akses untuk memilih, membeli tanah, bekerja di sektor tertentu, dan berpergian dengan bebas. CNN/RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.