Perekat Rakyat Sulteng.

Rektor Bentuk Timsus, Dorong Kenaikan Pangkat Akademik Dosen

33

SULTENG RAYA- Setelah membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk mendongkrak jumlah penelitian dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu yang dikenal dengan nama tim sembilan, kini Rektor Unismuh Palu kembali membentuk Timsus untuk mendorong kenaikan pangkat akademik dosen Unismuh Palu.

Pembentukan Timsus kenaikan pangkat akademik dosen tersebut, terilhami dengan tim sembilan yang sebelumnya dibentuk, karena dinilai mampu dan berhasil mendongkrak jumlah judul penelitian dosen Unismuh Palu, bahkan bukan hanya mendongkrak jumlah judul proposal penelitian dosen dari tahun sebelumnya, melainkan juga mampu meloloskan 1 judul proposal mahasiswa.

Mengingat saat ini, dari 170 dosen tetap Unismuh Palu, baru tiga orang yang mencapai golongan Lektor Kepala, hal ini dinilai sangat miris oleh Rektor Unismuh Palu Dr H Rajindra, sehingga terdorong untuk membentuk Timsus untuk menangani hal itu.

“Tim ini yang kita minta, agar bisa mengidentifikasi masalahnya dimana, setelah itu dicarikan solusinya secara bersama-sama, agar semua dosen Unismuh Palu itu bisa memiliki kepangkatan akademik, sekaligus yang sudah ada pangkat akademiknya didorong untuk menaikan pangkat akademiknya,”jelas Rektor Unismuh Palu, Dr Rajidra, belum lama ini.

Sementara dosen yang berpangkat Lektor baru sebanyak 32 orang, dan asisten ahli 43 orang, serta dosen tetap yang belum memiliki kepangkatan akademik masih sejumlah 92 orang.

Ia berharap, Timsus tersebut dapat bekerja dengan baik sebagaimana harapan dirinya, seperti yang ditunjukan oleh Tim sembilan. Semenjak terbentuk berhasil mendorong dosen melakukan penelitian, bahkan berhasil mengumpulkan sebanyak 80 judul proposal di LP2M, namun setelah diseleksi di LP2M, lolos sebanyak 50 judul proposal, untuk selanjutnya dikirim ke Kemenristek Dikti dan sebanyak 27 judul proposal dinyatakan layak untuk mendapatkan hibah dana Dikti. Sementara tahun sebelumnya LP2M hanya mampu meloloskan 12 judul proposal.

“Sebenarnya, salah satu yang dapat meningkatkan kenaikan pangkat itu adalah jurnal, sehingga dosen itu harus melakukan penelitian agar bisa memiliki jurnal, karena dari hasil penelitian itu dibuatkan jurnal, bahkan kami telah memberikan fasilitas, yang tidak mendapatkan dana hibah dari dikti dicarikan di Diktilitbang PP Muhammadiyah, jikapun kembali tidak lolos di sana univesitas yang mendanai,”jelas Rajidra.

Sebelumnya, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. H. Lincolin Arsyad, M.Sc., Ph.D, saat menghadiri Milad Unismuh Palu ke-35 wisuda sarjana ke-47, di salah satu hotel di Kota Palu. Sabtu (4/8/2018), menginstruksikan kepada setiap pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) agar mendorong setiap dosen dan mahasiswanya melakukan riset dan publikasi jurnal.

Sebab riset dan publikasi jurnal itu selain bertujuan untuk peningkatan SDM, juga untuk memenuhi syarat kepangkatan akademik dosen dan akreditasi institusi. Jangan sampai kata Lincolin Arsyad, ada dosen sampai 10 tahun hanya menjadi asesten ahli. Jika itu terjadi, Ia menyebutnya bukan asisten ahli, melainkan ahli asisten.

Sebab cita-cita dosen itu harus bisa jadi guru besar, sehingga saat menjadi dosen harus ditanamkan dalam diri untuk menjadi guru besar, karena jabatan tertinggi akademik seorang dosen itu adalah guru besar, jika dibandingkan dengan dunia meliter itu selevel dengan pangkat jenderal. AMI

Leave A Reply

Your email address will not be published.