Perekat Rakyat Sulteng.

Jelang Idul Adha, Stok Sapi Potong di Sulteng Memadai

20

SULTENG RAYA – Jelang Idul Adha 1439 Hijriah, stok ternak sapi potong memadai berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di 13 kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Staf Perencanaan Program Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Vera Maya Safitra kepada Sulteng Raya, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, sesuai dengan data tersebut dapat disimpulkan bahwa Sulteng tidak perlu melakukan pengambilan stok ternak sapi dari daerah lain untuk momentum idul adha tersebut.

“Ready stok sesuai dengan data kami yang ada di 13 kabupaten/kota untuk ternak sapi. Ada 388.832 ekor yang dibedakan menjadi tiga kategori anak, muda dan dewasa. Untuk yang layak potong ada 53,67 persen terbagi jantan dan betina,” tuturnya.

Untuk selama ini kata dia, Sulteng sendiri belum pernah kekurangan stok untuk ternak sapi. Bahkan, ternak di Sulteng sering didistribusikan ke pulau Kalimantan dalam kurun waktu tiga kali sepekan, yang didistribusikan juga ketika sudah terbit Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Lanjutnya, untuk pengawasan pemotongan hewan, pihaknya akan turun langsung ke lapangan guna memerikasa kesehatan dari daging sapi untuk kelayakan konsumsi oleh masyarakat penerima kurban.

“Dibidang kesehatan hewan (Keswan) terjun langsung untuk melihat kualitas daging hewan, dalam hal uji kelayakan konsumsi. karena soal kesehatan hewan ternak yang bakalan dikurban ini sangat penting untuk diadakan pemeriksaan. Seandainya didapatkan bahwa ada ketidaklayakan konsumsi, secara terpaksa, itu harus diamankan,” katanya.

Ia menambahkan, berdsarkan pengalaman bahwa setiap momentum Idul Adha, Rumah Potong Hewan (RPH) tidak mendapatkan peminat dijadikan tempat pemotongan karena masyarakat lebih menginginkan pemotongan hewan kurban dilakukan di kawasan ibadah maupun komplek perumahan sesuai dengan kesepakan pihak yang melakukan kurban.

“Penanangan pemotongan kurban untuk hewan ternak, ada juga yang melalui RPH, tetapi rata-rata masyarakat banyak memotong di masjid-masjid saja atau rumah orang yang kurban itu,” jelasnya.RHT

Leave A Reply

Your email address will not be published.