Perekat Rakyat Sulteng.

Melawan Saat Ditangkap Dua Residivis Ditembak Polisi

239

SULTENG RAYA – Dua pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang masing-masing berinisial YL alias Y (38) dan BS alias T (39), terpaksa ditembak personel Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Satuan Reskrim Polres Banggai, karena melawan petugas saat ingin ditangkap, Senin (2/7/2018).

Kapolres Banggai, AKBP. Moch Sholeh mengatakan bahwa, kedua pelaku yang merupakan residivis ini, ditangkap karena sering melakukan curat di wilayah Kecamatan Bualemo dan di Wahana rekreasi waterboom, Kelurahan Luwuk Selatan, Kecamatan Luwuk.

“Kedua pelaku ini berinisial YL alias Y (38) warga Desa Tikupon, Kecamatan Bualemo dan BS alias T (39) warga Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom,” kata AKBP. Moch Sholeh didampingi Kanit II Satuan Reskrim, Ipda Nanang Afrioko saat menggelar press release di Mapolres Banggai, Kamis (5/7/2018).

Kapolres menjelaskan, penangkapan itu dilakukan atas laporan Kanit Reskrim Polsek Bualemo kepada personel Tekab bahwa, pelaku YL alias Y berada di wilayah Kecamatan Luwuk, kemudian dilakukan penyelidikan dan berhasil meringkus pelaku pada Senin (2/7/3028) sekira pukul 17.00.

Lanjut kapolres, setelah dilakukan pemeriksaan pelaku mengakui bahwa aksinya itu dilakukan bersama BS alias T. Atas informasi tersebut Tim Tekab langsung melakukan penyelidikan, kemudian pada pukul 23.30 Wita pelaku BS berhasil diringkus.
“Kedua pelaku merupakan residivis. Pelaku YL dilumpuhkan dengan timah panas karena melakukan perlawanan saat ditangkap,” lanjut Kapolres.

Dikatakannya, kedua pelaku tersebut melakukan pencurian dengan sasaran rumah dengan cara masuk ke rumah dengan mencongkel pintu menggunakan obeng.

Dalam penangkapan itu, Tim Tekab berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah Handphone (HP) Samsung, 1 buah tablet Advan, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio G warna biru putih tanpa TNKB, 1 unit TV 40 inchi, 1 buah kompor gas, 1 buah alat las listrik merek dan 1 buah tabung gas 3 Kg.

“Kedua pelaku kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana 7 tahun penjara,” tegas AKBP. Moch Sholeh.*/YAT

Leave A Reply

Your email address will not be published.