Perekat Rakyat Sulteng.

Sopir Angkot Aniaya Warga di Bandara

55

SULTENG RAYA – Polemik jasa taksi online di Kota Palu berbuntut pada pemukulan salah seorang warga yang hendak menjemput istri di Bandar Udara Sis Aljufri Kota Palu.

Kejadian yang sempat viral di sosial media beberapa waktu itu, kemudian dilaporkan korban atas bernama Roby Haryono (39), ke Polsek Palu Selatan di Jalan Zebra Kota Palu, Rabu (23/5/2018).

Berdasarkan Surat tanda terima laporan di Polsek Palu selatan nomor: STPL/360/V/2018/Res-Palu/Sek Palu menerangkan bahwa saat pelapor/korban sedang menjemput istrinya di Bandara Sis Aljufri Palu, tiba-tiba korban ditendang dan dipukul pelaku yang menuduh korban merupakan sopir GrabCar atau taksi online.

Saksi mata sekaligus istri korban, Wati saat ditemui Sulteng Raya, Selasa (29/5/2018) menuturkan, dirinya menyaksikan langsung pemukulan yang dilakukan dua orang tidak dikenal (OTK) diduga adalah sopir angkutan kota (angkot) kepada suaminya di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu.

Ia mengatakan, suaminya sudah menjelaskan sebanyak tiga kali, dirinya bukan sopir taksi online. Namun, dua pelaku itu nampaknya tak puas dengan jawaban lisan yang dilontarkan suaminya. Lalu, kedua pelaku meminta handphone korban. Spontan, korban Roby tak memberikan handphone untuk menghindari modus pencurian.

“Katanya mereka menanyakan apakah suami saya adalah supir Grab, tapi sudah ditekankan sama si pemukul itu bahwa dia bukan grab tetapi mau menjemput saya dengan menggunakan mobil pribadi tidak diembel-embelkan dengan grab, bahkan mereka sudah tanya tiga kali suami saya tapi masih juga dipaksa untuk mengambil handphone dan akhirnya di pukul,” jelasnya.

Menurut keterangan dari suaminya kepada dirinya, sebelum dirinya menyaksikan penganiayaan itu, suaminya sempat adu mulut dengan dua OTK itu.

“Pada waktu pemukulan di wilayah bandara, rupanya di parkiran mobil mereka (pelaku dan korban) sudah sementara cek cok. Seketika, suami saya langsung dipukul, sebelumnya sudah di tendang sama orang itu saya belum melihatnya. Ada dua orang, satu memegang tangannya (korban) yang lain memukul. Namun, yang saya lihat sesudah kejadian itu cuma satu orang sedang memukul suami saya,” tuturnya.

Kejadian itu awalnya disaksikan teman saya kala itu. Kala itu, kata dia, dirinya tiba dibandara lebih cepat dua puluh menit sebalum suaminya datang menjemput.

“Saya sudah menunggu di bandara sekitar dua puluh menit, kemudian suami saya datang, saya balik lagi untuk bayar upah porter kemudian bersiap untuk pulang. Eh, saya dapat teman saya lalu mengajak berbincang-bicang sekitar beberapa menit, seketika teman saya langsung spontan melihat proses pemukulan dan dia beri tau saya “eh.. itu suaminya ibu wati ya?” saya sontak langsung pergi melihatnya,” kata dia.

Disaksikan Petugas Bandara

Wati juga menyayangkan pelayanan penjaminan keamanan pihak Bandara Mutiara Sis Al Jufri kepada masyarakat pengguna jasa bandara. Pasalnya, sejak adu mulut hingga berujung pemukulan, terdapat petugas keamanan Bandara Mutiara Sis Al Jufri menyaksikan kejadian itu. Namun, miris kejadian itu tidak langsung mendapatkan penanganan pihak bandara.

“Pada waktu itu memang benar-benar tidak ada pihak keamanan dari pihak bandara, padahal mereka ada di posnya dan mereka cuma melihat kejadian itu, tidak ada tindakan pencegahan. Itu harus dipertanyakan, dimana otoritas keamanan milik bandara,” ucapnya kesal.

Untuk itu, dirinya memastikan bakal mengawal kasus itu hingga tuntas. Karena, kata dia, dirinya tidak ingin kejadian seperti itu berlarut-larut tanpa adanya penanganan dan kepastian kepada pengguna jasa bandara.

“Dalam waktu dekat ini oleh penyidik dari polsek palu selatan akan menyita cctv-nya untuk dijadikan sebagai barang bukti kasus ini. Dan saya berjanji akan menuntaskan permasalahan ini karena sangat meresahkan. Bukan cuma suami saya, tetapi juga banyak kejadian serupa yang tidak mendapatkan tindak lanjutan dari pihak bandara,” ujarnya menambahakan. RHT/HGA

Leave A Reply

Your email address will not be published.