Perekat Rakyat Sulteng.

Konsep Religi Lindungi Pantai dari Kerusakan

111

SULTENG RAYA – Konsep religi yang islami dalam mengelola sumber daya alam pantai, dinilai sangat tepat dilakukan sebagai upaya protektif melindunginya dari kerusakan alam akibat abrasi dan ulah manusia, yang tidak disadari justru mengancam ekosistem atas pemanfaatan sumber daya di luar batas.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola melalui sfaf ahli, Ardiansyah Lamasituju saat meresmikan deklarasi Desa Pantai Sahabar berbasis raligi di Desa Kaliburu Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala.

“Edukasi pemberdayaan warga Kaliburu selain berdampak positif membina silaturahmi, juga dapat memperkaya database riset dan pengabdian sosial institusi kemasyarakatan yang bersinkronisasi dengan implementasi nilai-nilai tri dharma perguruan tinggi,” katanya, belum lama ini.

Dikatakannya, atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah mengapresiasi atas bergulirnya deklarasi pantai sehat berbasis religi, dia juga menekankan bahwa acara itu tidak menjadi seremonial saja.

“Tetapi saudara agar konsisten dalam merealisasikan bakti pengabdian ke warga dan lingkungan pantai di Desa Kaliburu dapat terjaga dan terus ditingkatkan dari waktu ke waktu,” ucapnya.

Sementara itu, Pjs. Bupati Donggala, Drs. Muh Muchlis dalam sambutannya mengatakan, sebagai Pjs. Bupati Donggala mengetahui betul bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam mengimplementasikan hasil-hasil riset di masyarakat merupakan bagian dari upaya merubah pola pikir yang baik.

“Inilah merupakan tugas pokok para pendidik termasuk dosen yang berada di perguruan tinggi,” tuturnya.
Muh Muchlis berharap kegiatan ini bukan sekedar deklarasi tetapi lebih ditekankan pada impelementasi atau akselarasi di masyarakat.

“Insha Allah seluruh desa-desa yang berada di Kabupaten Donggala menjadi tempat penelitian dan pengabdian bagi civitas akademik Universitas Alkhairat Palu,” jelasnya.

Diketahui, turut hadir dalam deklarasi itu diantaranya, Rektor Universitas Alkhairat, Dr. H. Hamdan Rampadio, Ketua Yayasan Insan Cita Indonesia, Hj. Nilam Sari Lawira, para pimpinan OPD Pemerintah Kabupaten Donggala, Kepala SMA/SMK/MA seluruh Kabupaten Donggala,Camat se-Kabupaten Donggala dan Lurah/Kepala Desa se-Kabupaten Donggala.TUR

Leave A Reply

Your email address will not be published.