Perekat Rakyat Sulteng.

Lindungi Konsumen, BPOM Sidak Jajanan Takjil di Parmout

82

SULTENG RAYA – Sebagai upaya untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), Balai Penguji Obat dan Makanan (BPOM) Palu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tiga pasar dan pusat jajanan takjil di Kabupaten Parmout, Rabu (23/5/2018).

Pantauan Sulteng Raya, sidak dilakukan pukul 09.00-11.00 di Pasar Parigi dan dilanjutkan pukul 15.00 di pasar jajanan takjil Jalan KI Hajar Dewantoro Kelurahan Bantaya, perempatan pasar lama Parigi.

Tim pemeriksa didampingi pegawai kantor pasar menyusuri semua los pasar memeriksa satu per satu dagangan yang dicurigai menggunakan bahan pewarna tekstil dan bahan pengawet berbahaya.

Tim pemeriksa juga menemukan hampir semua penjual ayam potong memasukkan angin menggunakan alat pompa, ke dalam perut ayam agar terlihat lebih gemuk. Padahal, tidak lagi dibolehkan karena memasukan angin akan ikut membawa bakteri masuk ke dalam daging ayam tersebut.

“Memang kalau dipompa kelihatan gemuk tetapi itu yang menyebabkan bakteri masuk, konsumen harus tau itu. Jangan beli kalau pantat ayam kelihatan kembung, jadinya daging ayam tidak steril lagi,” kata Kepala seksi pengujian pangan dan bahan berbaya BPOM Palu, Darman yang ditemui usai melakukan sidak di Pasar Sentral Tagunu.

Dia menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahun untuk perlindungan kepada konsumen, pengawasan pangan dilakukan dengan cara pemeriksaan pada toko dan jajanan.

“Di bulan suci ramadhan produksi pangan meningkat karena konsumen meningkat. Sidak dilakukan selama dua hari di Pasar Tolai, Sumber Sari dan Pasar Sentral Parigi juga di pusat jajanan Takjil. Kalau di Tolai masih ditemukan pewarna tekstil digunakan di dalam jajanan, kalau di Parigi dua tahun lalu ada, sekarang sudah tidak ada. di Tolai alasannya untuk kue sesajen saja,” jelasnya.

Dia mengimbau, konsumen harus mengetahui jelas tekstur makanan sebelum membeli. Salah satu contoh sederhana, untuk ikan jika dilihat tidak ada lalat tidak dan berbau amis dipastikan mengandung pengawet. Sementara, tahu jika gampang robek berarti tidak mengandung pengawet.

“Warna agak terang di makanan itu dari pewarna tekstil. Bisa dilihat teksturnya, mana yang memenuhi syarat untuk kesehatan. Konsumen harus cerdas memilih jajanan,” tuturnya.

Diketahui, sidak yang dilaksanakan BPOM juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Ketahanan Pangan Parmout.OPI

Leave A Reply

Your email address will not be published.