Perekat Rakyat Sulteng.

Kembangkan Palu dan Luwuk Jadi ‘City Gas’

197

SULTENG RAYA – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengusulkan agar Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai dan Palu, ibukota Provinsi Sulteng dikembangkan dengan konsep ‘City Gas’. Usulan ini didasarkan karena Kabupaten Banggai menjadi salah satu daerah penghasil minyak dan gas (migas) di Sulteng.

Usulan tersebut disampaikan secara terbuka oleh Gubernur Longki dalam pertemuan khusus Pemprov Sulteng dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Jumat (16/2/2017). Pertemuan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu berlangsung di ruang rapat utama Gedung Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Longki didampingi Bupati Banggai, Herwin Yatim, Asisten II Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, DR Bunga Elim Somba, Kepala Dinas ESDM Sulteng Bambang Sunaryo, serta salah satu unsur pimpinan DPRD Sulteng dan beberapa pejabat Pemda Banggai.

Kehadiran Gubernur Longki dan Bupati Herwin Yatim serta rombongan Pemprov Sulteng itu, guna memenuhi undangan Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Agenda utama pertemuan untuk membicarakan perihal hak partisipasi atau Participating Interest (PI) 10 persen bagi daerah penghasil migas.

Pada pertemuan itu, Gubernur Longki meminta agar Kementerian ESDM yang dipimpin Ignasius Jonan, berkenan memperjuangkan agar Luwuk dan Palu dapat dikembangkan dengan konsep dan program City Gas. Usulan Gubernur Longki bukan tanpa dasar, karena pengembangan kota dengan konsep City Gas atau Jaringan Gas Kota adalah bagian dari Program Nasional Kementerian ESDM.

Pada 2016 lalu, jaringan City Gas oleh PT Pertagas Niaga, anak perusahaan PT Pertamina dibangun di Kabupaten Sengkang, Kota Jambi, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Sidoarjo (tahap I). Menyusul lagi di Kabupaten Bekasi, Bulungan, Lhokseumawe,Ogan Ilir, Subang dan Sidoarjo (tahap II). Begitu pula di Balikpapan, Lhoksukon, dan Pekanbaru serta Prabumulih. Prabumulih nantinya akan menjadi kota dengan pengguna jaringan gas kota terbesar di Indonesia dengan penambahan 32.000 Sambungan Rumah Tangga dengan pengelolaan yang dipercayakan pada PT Pertagas Niaga.

“Potensi yang saat ini dimiliki Sulteng terutama di Kabupaten Banggai sebagai daerah penghasil gas hendaknya bisa mengantar kota Luwuk dan Palu menjadi City Gas. Kami mohon dukungan kebijakan dari bapak menteri,” kata Gubernur Longki di hadapan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Usulan tersebut direspon positif Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Menurut dia, daerah penghasil migas sudah seharusnya dikembangkan menjadi kota-kota dengan konsep City Gas. Dengan demikian, daerah dengan cepat bisa berkembang melalui beragam investasi baru yang dikembangkan setelah industri hulu dan hilir migas beroperasi.

“Usulan saudara Gubernur Sulteng dan Bupati Banggai akan kami pelajari lebih rinci. Semoga bisa jadi prioritas usulan dalam agenda pembangunan nasional bidang energi dan sumbedaya mineral. Daerah harus lebih maju dan bisa menikmati hasil kekayaan dan sumberdaya alam untuk kesejahteraan masyarakatnya,” kata Ignatius Jonan.

Menurut Ignasius Jonan, Kementerian ESDM akan memfasilitasi pemerintah daerah yang bertekad membangun dan mengembangkan daerahnya dengan konsep City Gas. Terutama bagi daerah penghasil migas, termasuk Kabupaten Banggai dan Provinsi Sulawesi Tengah.

Menteri ESDM bahkan menegaskan bahwa pemerintah pusat berkomitmen untuk menjembatani kepentingan pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk pihak swasta atau investor guna mengembangkan daerah penghasil migas dengan konsep City Gas.

Respon positif Menteri ESDM membuat Gubernur Longki dan Bupati Herwin Yatim semakin optimis bahwa Kota Palu dan Luwuk dapat segera dikembangkan menjadi kota industri dengan konsep City Gas.

Gubernur Longki yang dihubungi Sulteng Raya, Sabtu (18/2/2017) mengatakan, pengembangan kota Luwuk dan Palu dengan konsep City Gas akan membuka peluang investasi baru dengan memanfaatkan ketersediaan gas yang diproduksi oleh perusahaan migas yang sudah beroperasi di Sulteng.

“Di Kabupaten Banggai misalnya, sudah beroperasi PT Donggi Senoro LNG, JOB Pertamina Medco Tomori, PT Pertamina EP, dan sejumlah perusahaan swasta maupun BUMN yang memproduksi hulu dan hilir migas. Kita tinggal mengembangkan unit-unit usaha lain melalui kerjasama dengan perusahaan dan BUMN migas tersebut. Kita bisa gandeng investor-investor baru,” kata Gubernur Longki penuh optimis.

Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini menguraikan, pengembangan kota dengan konsep City Gas tersebut bisa dimulai dengan pembangunan terminal gas terintegrasi dalam skala besar yang nantinya menyuplai kebutuhan sektor lainnya. Termasuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kecil dan menengah.

Gubernur Longki menyatakan, jika nantinya Luwuk dan Palu masuk dalam program pengembangan konsep City Gas, pemerintah pusat tentu saja akan mengintervensi dengan program-program khusus bidang energi dan sumberdaya mineral. Terutama dengan program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

Sementara itu, Bupati Banggai, Herwin Yatim yang dihubungi Sulteng Raya, Minggu (19/2/2017), menyambut gembira usulan Gubernur Longki untuk mengembangkan Luwuk dengan konsep City Gas. “Alhamdulillah bapak Gubernur secara langsung sudah mengusulkan itu kepada Menteri ESDM. Berarti Pemda Banggai mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi dalam pengembangan pembangunan sektor industri dan ekonomi. Ini kebanggaan besar buat kami,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, terkait pengembangan Banggai dengan konsep City Gas, dalam waktu dekat yakni di bulan April nanti, PLN Wilayah Sulutenggo segera melaksanakan pekerjaan konstruksi pembangunan PLTG di wilayah Kecamatan Batui. “Pembangunan PLTG di Batui akan menjadi pelopor program pengembangan wilayah Kabupaten Banggai dengan konsep City Gas,” kata Bupati Herwin Yatim.

Ia juga optimis, nantinya Pemda Banggai bisa menggandeng investor swasta nasional untuk membangun terminal gas komersil di wilayah Kota Luwuk. Terminal gas komersil itu harus menjadi yang terbesar di Sulawesi.

Untuk diketahui, kurun beberapa tahun terakhir sejumlah daerah di Indonesia dikembangkan dengan konsep City Gas, dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang sudah dieksploitasi dan diproduksi menjadi migas. Beberapa daerah tersebut diantarannya, Kota Pekanbaru di Provinsi Riau dan Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Pemerintah Kota Pekanbaru menggandeng Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam pembangunan pembangkit listrik bertenaga gas. Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru mengembangkan beragam program agar warganya mampu memanfaatkan gas untuk berbagai kebutuhan dasar, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan transportasi.

Sementara Pemda Kabupaten Bantaeng sudah mengembangkan dan merealisasikan konsep city gas sejak awal 2016 seiring masuknya investor swasta sektor migas di daerah itu.

Sebagaimana dilansir Harian Bisnis, Bupati Bantaeng, Prof Nurdin Abdullah mengemukakan perencanaan jangka panjang untuk pemanfaatan gas telah disusun Pemda Kabupaten Bantaeng, di mana pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap.

Pemda Bantaeng sudah merealisasikan MoU dengan PT Pasifik Agra yang membangun terminal gas dengan skala besar.

Selanjutnya dijalankan kerjasama dengan skema Perusda atau BUMD Kabupaten Bantaeng menjadi perusahaan yang menyalurkan gas kepada pasar, sedangkan PT Pasifik Agra menyediakan gas dari dalam dan luar negeri.OTR

Leave A Reply

Your email address will not be published.