Perekat Rakyat Sulteng.

Sulteng Targetkan, 6.964 Hektar Lahan Cabai

265

SULTENG RAYA– Berdasarkan data Dinas Pertanian Sulawesi Tengah (Sulteng), target luas lahan untuk cabai rawit di Sulteng 2017, sekitar 6.964 Hektar yang terdiri dari seluruh Kabupaten/Kota di Sulteng.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Produksi Holtikultura, Dinas Pertanian Sulteng Retno Erningtyas, kepada Sulteng Raya, Jumat (17/2/2017).

Menurutnya, untuk target luas lahan tahun ini yang ditetapkan oleh pemerintah pusat Kementerian Pertanian dan Holtikultura seluas 6.964 Hektar, sedangkan untuk cabai kriting luasnya sekitar 1.835 hektar, saat ini pihaknya juga telah membreakdown seluruh Kabupaten/Kota di Sulteng.

“Upaya pemerintah melalui dana APBD I kami mengalokasikan untuk cabai rawit sebanyak 1.500 saset dan cabai keriting 900 saset, yang dibagikan diseluruh Kabupaten/Kota, selain itu kami juga kerja sama dengan tim penggerak PKK Sulteng, serta sudah ada MoU dengan Dinas Pertanian dan Holtikultura Sulteng,” jelasnya.

Dalam kerja sama yang dilakukan itu, akan ditindaklanjuti sampai ke tingkat Kabupaten/Kota, kecamatan dan desa, serta para ibu Dasawisma agar mereka dapat berpertisipasi melakukan tanam cabai disekitar lahan mereka.

“Tindak lanjut ini sampai di Kabupaten/Kota, kecamatan dan desa yang juga berkoordinasi dengan dinas terkait yang ada di tingkat kabupaten, sehingga kami harapkan ini bisa berkembang, karena dari APBD tersebut dalam kerja sama dengan PKK kami mengalokasikan 20.000 bibit cabai. Kemudian lahan yang dibuka untuk PKK Sulteng seluas 4 hektar di area Palu, dan ini diupayakan untuk menjadi percontohan,” lanjutnya.

Sementara itu, produksi cabai di Sulteng masih normal, meskipun perbandingan antara jumlah penduduk dan produksi cabai itu belum mencukupi, meskipun di Sulteng ada beberapa daerah sentral cabe yakni Sigi, Parigi Moutong dan Tojo Unauna.

“Target untuk Kabupaten Sigi luas lahanya sekitar 578 Hektar, Parigi Moutong 774 Hektar, dan Tojo Una-Una 516 Hektar,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk luas lahan tanaman holtikultura di Sulteng masih cukup luas, karena lahan tersebut belum maksimal dari segi penanamannya, sehingga kebutuhan antara produksi dan komsumsi itu belum berimbang, maka produksi di Sulteng perlu diperluas lagi.

“Jadi langkah-langkah untuk mencapai keberimbangan tersebut, pertama kami memfasilitasi bantuan bibit, kedua kita lakukan imbauan kepada seluruh masyarakt di Sulteng untuk menanam cabai di pekarangan rumah, dan ini dicatat oleh petugas statistik, sehingga dimasukkan dalam angka statistik,” tutupnya. HYT

Leave A Reply

Your email address will not be published.