Perekat Rakyat Sulteng.

Alumni Akfar Diminta Kembangkan Daerah

61

SULTENG POST – Para tenaga kesehatan, khususnya yang menangani masalah racik-meracik obat-obatan memiliki peranan yang sangat penting, sehingga lulusannya diharap dapat memberikan konstribusi kepada pemerintah terutama di pelosok daerah.

“Berdasarkan pengalaman saya, ketika mendampingi peneliti Australia, Cyntia Hunter. Tercatat 100 lebih potensi sumber daya alam untuk obat-obatan, potensi tersebut belum termasuk yang berasal dari laut.

Dengan tingginya potensi sumber daya alam dimaksud, dapat menjawab tantangan terkait tingginya harga obat-obatan,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Politik, Drs. Muh. Nizam, MH dalam sambutan lepasnya ketika membacakan sambutan Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si dihadapan 40 Alumni Akademi Farmasi Bina Farmasi Palu di salah satu hotel Palu, Rabu (9/11/2016).

Muh Nizam mengakui, potensi sumber daya alam obat-obatan paling banyak berasal dipelosok daerah, untuk itu para alumni Akademi Farmasi yang berasal dari daerah diharapkan memiliki peranan penting dan kreatifitas guna mengembangkan daerah masing-masing karena alumni Akademi Farmasi bukan hanya semata meracik obat, akan tetapi memiliki tugas pokok dan fungsi yang sangat banyak.

Para alumni juga diharapkan peranannya dalam mengantisipasi penyalahgunaan teknologi khususnya Proksi War melalui penyalahgunaan Narkoba, pornografi maupun LGBT.

Sementara itu Direktur Akademi Farmasi Bina Farmasi, Reni Rismayanti, S.Farm.,Apt mengakui Akfar kembali mewisuda 40 orang alumni pada angkatan ke XV. Sehingga total alumni sejak didirikan 1 April 1997 telah menelorkan sebanyak 450 mahasiswa.

Dalam praktek kerja lapangan Akfar bekerjasama dengan sejumlah instansi kesehatan, dan dalam penyelenggaraan pendidikan mendapat banyak dukungan dari Gubernur, Walikota, Kementerian Ristek Dikti, Koordinator Kopertis Wilayah IX, Dinas Kesehatan serta pihak terkait lainnya. ENG

Leave A Reply

Your email address will not be published.